Pembangunan GKJ Jonggrangan Didukung Semua Elemen Masyarakat

BERITA KLATEN-Dukungan dari semua elemen masyarakat Desa Jonggrangan, Klaten Utara, melancarkan proses perijinan pembangunan rumah ibadat untuk Gereja Kristen Jawa (GKJ)  di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ini semua aku yakin karena kasih Tuhan Yesus selalu membimbing kita.

Demikian diungkapkan Kepala Desa Jonggrangan Sunarno dalam sambutannya waktu peletakan batu pertama pembangunan GKJ di Desa Jonggrangan, Klaten Utara, Minggu (1/10/2017) siang.  Sunarno menuturkan dengan polosnya menyatakan “bingung”, proses mencari dukungan dari warga Jonggrangan berupa tanda tangan untuk mengurus ijin mendirikan bangunan 0p gedung GKJ.  Menurut Sunarno  yakin  bahwa semua ini ada campur tangan dari Tuhan Yesus. Sehingga pada hari Minggu ini sudah melakukan peletakan batu pertama atau batu penjuru pembangunan Gereja Kristen Jawa di Desa Jonggrangan. Sunarno menyampaikan ungkapannya merasa heran, dan menyatakan hebat serta luar biasa. Pembangunan GKJ di Desa Jonggrangan dari semua elemen masyarakat yang beragam keyakinannya. Ini membuktikan hidup dalam keragaman / majemuk di Desa Jonggrangan sangat harmonis.

Hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan GKJ di Desa Jonggrangan antara lain Camat Klaten Utara  Endang Widowati, Kapolsek Ketandan AKP Suyarta, Komandan Rayon Militer Klaten Utara, Kaur Umum (modin) Desa Jonggrangan, tokoh agama di Jonggrangan, tokoh masyarakat Desa Jonggrangan, FKUB Kerukunan, FKUB Kebersamaan, jemaat GKJ Jonggrangan dan tamu undangan lainnya.

Camat Klaten Utara  Endang Widowati dalam sambutannya antara mengungkapkan merasa  senang, karena umat GKJ di Jonggrangan sudah dapat menbangun gereja. Besuk kalau gedung GKJ sudah selesai dibangun, lanjut Endang Widowati, agar digunakan untuk beribadat dan untuk melayani sesama. Umat GKJ mesti rajin berdoa dan beribadat untuk meningkatkan kadar keimanannya.

Selesai sambutan-sambutan kemudian diteruskan doa lintas agama dari tokoh agama yang hadir. Dari Umat Hindu adalah I Wayan, dari Umat Islam Gus Zajuli, dari Kristen Pendeta Wahyu Nirmolo, dari Katolik Val Bambang Setyawan, dan dari agama  Budha. Selesai melambungkan doa kemudian dilanjutkan  peletakan batu pertama atau batu penjuru pembangunan gedung GKJ.  Pemasangan atau peletakan batu pertama pembangunan GKJ antara lain dilakukan oleh Camat Endang Widowati bersama Muspika, Gus Zajuli, Pendeta Wahyu Nirmolo, Val Bambang Setyawan, wakil umat adalah Kartini.

Menurut  teknisi  pembangunan gedung GKJ di Desa Jonggrangan Ngatino, gedung GKJ ini berukuran lebar 9,7 meter,  panjang 22,5 meter.  Gedung GKJ ini settingnya ada 3 bagian. Bagian bawah merupakan basmen, lantai 1, dan lantai 2.  Bagian basmen untuk konsertan, kantor gereja, kegiatan sekolah minggu, parkir dan generator. Kemudian lantai 1 untuk ibadah, mimbar, dan meja altar.  Lantai 2 untuk ruang balkon, dan ruang ibadah. Bagian belakang ada tempat MCK, gudang, dan ada sumur.

Rumah ibadah GKJ ini berdekatan dengan Sendang Simbar Joyo yang digunakan untuk  upacara tradisional bersih desa pada bulan Suro. Kemudian sebelah selatan sekira berjarak 25 meter ada Masjid Al Qawiyyu yang baru diresmikan penggunaannya oleh Plt Bupati Klaten Sri Mulyani,  Sabtu (30/9/2017) malam. Masjid Al Qawiyyu ini merupakan tanah wakab dari keluarga Teguh Sarwono. Himbauan dari Teguh Sarwono agar Masjid Al Qawiyyu hanya digunakan orang yang benar-benar Islam. Yang dimaksudkan benar-benar Islam adalah Islam nasionalis. Islam yang mau menerima Pancasila. Bukan Islam yang memecahkan diri dari NKRI.(ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *