Ratusan Milenial Ikut Sosialisasi Menurunkan Prevalensi Stunting

BERITA KLATEN – Sekitar 250-an  orang kaum milenial mengikuti sosialisasi generasi bersih dan sehat (Genbest) untuk menurunkan prevalensi stunting di Hotel Galuh Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (2/7/2019).

Peserta yang terdiri kaum milenial adalah para mahasiswa, pelajar, dan organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Antara lain mahasiswa Unwidha, dan perguruan tinggi lainnya, siswa SMK Leonardo, dan siswa lainnya. Selain kaum milenial atau kaum muda, forum sosialisasi Genbest juga diikuti oleh organisasi bidan, serta  ibu-ibu aktivis di di desa-desa  yang juga berperan menurunkan prevalensi stunting.

Forum sosialisasi Genbest difasilitasi oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik, serta dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Genbest merupakan inisiasi dari Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting. Melalui gerakan tersebut masyarakat, khususnya  generasi muda diharapkan mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kasubdit Informasi Komunikasi Sosial Direktorat Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sarjono dalam sambutannya waktu pembukaan Forum Sosialisasi Genbest antara lain mengungkapkan sosialiasasi stunting diketahui oleh kaum milineal. Karena kaum muda, dan kader para ibu aktivis di desa, juga para bidan yang berperan  untuk menurunkan stunting di Klaten.

Ketika diwawancarai wartawan Sarjono antara lain mengungkapkan kaum milineal yang sangat kreatif untuk mengajak teman-temannya untuk memahami tentang stunting bagi pertumbuhan usia anak-anak yang faktor belum berimbang kebutuhan gizinya.

Nurhayati, bagian gizi dari Klaten ketika diwawancarai wartawan antara lain mengungkapkan di Indonesia masih ada 30,8% kasus stunting. Kemudian di Kabupaten Klaten ada 7,1% usia balita kasus stunting. Ia mengungkapkan masalah stunting mesti ditangani dari berbagai pihak. Penyebab stunting karena asupan makan yang bergizi, pola asuh pada anak, politik, juga budaya. Dari 23 badan yang ada mesti terlibat menangani stunting. Anak usia 1000 hari mesti diberi gizi. Sekarang usia remaja juga diantisipasi jangan sampai kena stunting, dengan diberi vitamin seminggu sekali agar jangan mengidap anemia.

Untuk menurunkan prevalensi stunting tidak hanya melalui forum sosialisasi Genbest, informasi lebih lanjut seputar stunting, kesehatan, nutrisi, tumbuh kembang anak juga dapat diakses melalui situs genbest.id dan media sosial @genbestid serta @infokompmk. Aplikasi android ‘Anak Sehat’ juga bisa diunduh dan digunakan oleh masyarakat sebagai alat pantau digital tumbuh kembang anak. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *