Pentas Sri Uning Mustiko Tuban Mengharukan Penonton

BERITA KLATEN-Pentas ketoprak  lakonSri Uning Mustiko Tuban di RW 5 Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah, cukup mengharukan warga masyarakat RW 5 yang menonton,  Sabtu (1/9/2018) malam.

Warga masyarakat RW 5 Dukuh Galwoko, Grudan, dan Karangasem yang menonton merasa terharu dan sempat matanya berkaca karena memperhatikan kisah cintanya antara tokoh Wiratmoyo dengan Sri Uning  yang dihalangi oleh orang tua angkat Sri Uning. Namung orang tua angkat Sri Uning ingin Wiratmoyo nikah dengan Retno Kumolo. Sedangkan Wiratmoyo tidak merasa ada benih cinta pada Retno Kumolo. Keluhan Sri Uning  yang cukup meratapi nasib percintaannya dengan Wiratmoyo yang dihalangi oleh bapak angkatnya. Ekspresi dialog antara tokoh Wiratmoyo dengan Sri Uning cukup menguras kesedihan yang mempengaruhi penonton ikut larut dalam rasa kasihan, membuat para penonton terharu.

Pagelaran ketoprak di RW 5 Desa Ngering, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-73 Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para pemain ketoprak melibatkan warga RW 5 di Dukuh Karangasem, Dukuh Galwoko, dan Dukuh Grudan. Tidak mau ketinggalan, Kepala Desa Ngering N Rahmanto yang biasa disapa Pak Lurah Anto. Ia perannya sebagai Adipati Purboningrat. Isterinya Kades Ngering bernama Salindri juga ikut main dalam pagelaran Ketoprak Kangen Budaya. Pentas pagelaran Ketoprak Kangen Budoyo yang mengambil lakon Sri Uning Mustiko Tuban dirasakan oleh warga masyarakat RW 5 Desa Ngering lumayan sukses. Pentas ketoprak dengan lakon Sri Uning Mustiko Tuban disutradarai oleh Joko Kristanto dari Omah Wayang Klaten Selatan. Pada BERITA KLATEN Joko Kristanto mengatakan Ketoprak Kangen Budoyo untuk pentas ini hanya latihan 10 kali, tiap minggu 2 kali latihan. Pementasan ketoprak Kangen Budoyo bekerja sama dengan Omah Wayang, termasuk dengan paguyuban karawitan Cahyo Laras yang mengiringinya.

N Rahmanto menjawab pertanyaan BERITA KLATEN mengenai apa saja upaya untuk melestarikan budaya yang ada di Desa Ngering, Rahmanto mengungkapkan ya menyediakan fasilitas untuk melestarikan seni budaya Jawa, antara lain wayang, karawitan, ketoprak, seni tradisional, dan lainnya. Pentas pagelaran ketoprak ini salah satunya upaya melestarikan budaya Jawa yang adhi luhung.

Terkait peringatan HUT ke-73 NKRI di RW 5 Desa Ngering, sebelum pentas ketoprak dimulai, anak-anak, para remaja tampil di atas panggung. Komitmen anak-anak dan para remaja tetap menjaga NKRI. Perbedaan agama, perbedaan pendapat tetap bersatu. Semangat toleransi, saling menghormati sudah ditanamkan pada anak-anak generasi penerus. Dengan berpakaian jilbab, dan lainnya mereka tampil bernyanyi bersama di atas panggung. Lagu Indonesia Raya dan lagu-lagu perjuangan untuk menggugah semangat nasionalisme dinyanyikan anak-anak penerus bangsa penuh suka ria. Hal ini mendapat applaus para penonton.

Nampak hadir para perangkat Desa Ngering.  Nampak juga Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Ngering. Pengamanan dibantu kelompok srawung umat yang terdiri dari semua agama yang ada di Desa Ngering.(ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *