Agar Cepat Rampung, Perbaikan Tanggul Di Sapit Urang Perlu Backgo

BERITA KLATEN-Gotong royong memperbaiki tanggul sungai Dengkeng yang bedah di Sapit Urang agar cepat selesai perlu menggunakan alat berat backgo. Gotong royong dimulai hari Jumat (1/12/2017) sampai hari Sabtu (2/12/2017) namung belum berhasil optimal.

Beberapa orang Tentara Nasional Indonesia dan anggota Polri yang terlibat gotong royong untuk memperbaiki tanggul Sungai Dengkeng yang bedah yang berada di Dukuh  Bantengan, Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jateng, mereka  berpendapat untuk perbaikan tanggul yang bedah ini perlu menggunakan alat berat backgo.  Karena untuk mengurug  tanggul yang bedah yang panjangnya 15 meter perlu tanah banyak. Kalau hanya secara manual kurang cepat.

Tanggul yang bedah hari Selasa (28/11/2017) siang lalu  menurut Camat Wedi Kukuh Riyadi panjangnya kurang lebih 15 meter. Tinggi tanggul dari permukaan air sungai  dalam kondisi tidak banjir kurang lebih 3 meter.  Oleh karena itu menurut Kukuh Riyadi untuk mengurug tanggul sebaiknya menggunakan backgo. Dikatakan juga akibat  tanggul  tersebut bedah mengakibatkan air menggenangi Dukuh Tegalsari, Desa Pacing, dan Dukuh Muker Desa Melikan, Kecamatan Wedi.  Gotong royong selama 2 hari ini tanggul yang bedah ditutup menggunakan sak yang.diisi dengan tanah. Capaian menutup tanggul yang bedah dengan gerakan gotong royong yang melibatkan TNI, Polri, serta warga masyarakat selama 2 hari sampai Sabtu ini tingginya baru mencapai sekitar 1,25 meter.

Camat Wedi Kukuh Riyadi ditemui di lokasi tanggul yang  bedah mengatakan, perbaikan untuk menutup tanggul yang bedah diharapkan dapat segera selesai. Namun untuk  dapat  selesai kalau hanya dengan cara manual tidak dapat segera selesai. Satu-satunya cara yang dapat cepat selesai menggunakan backgo.  Pengambil tanah yang akan digunakan mengurug tanggul yang bedah juga yang mesti diambilkan tanah yang  tepat.

Pantauan Berita Klaten, beberapa orang yang ikut gotong royong setelah melewati tengah hari nampak lelah. Mereka juga mengungkapkan pengurugkan tanggul bisa segera selesai bila menggunakan alat berat. Mereka juga khawatir bila hujan deras turun lagi tanggul sedang diperbaiki dapat jebol lagi. Dalam gerakan gotong royong memperbaiki tanggul yang bedah melibatkan puluhan anggota sabhara Polres Klaten,  didukung  15 personil Brimob dari Kompi Boyolali, anggota Kodim Klaten, dan warga masyarakat Desa Melikan.

Sungai Dengkeng dan Sungai Birin yang membobolkan tanggul di Dukuh Bantengan ini bertemu di Sapit Urang, karena pertemuan dua sungai itu sehingga airnya menjadi besar.  Peristiwa jebolmya tanggul di Sapit Urang itulah maka pada Selasa (28/11/2017) lalu mengakibatkan genangan air di Dukuh Muker, Desa Melikan dan Dukuh Tegalsari, Desa Pacing.

Pada hari Sabtu (2/12/2017) ini pantauan Berita Klaten kondisi Dukuh Muker dan Dukuh Tegalsari sudah surut. Warga yang mengungsi di Balai Desa Brangkal sudah kembali ke rumah masing-masing.  Beberapa warga masyarakat yang  sudah pulang masih khawatir bila terjadi hujan lagi. Mereka berharap tidak terjadi hujan deras lagi sampai berhari-hari. Pandangan di sawah-sawah di Desa Pacing  yang masih digenangi air banyak orang memancing ikan. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *