Memicu Untuk Sadar Hidup Sehat

Menyadarkan untuk menciptakan lingkungan hidup sehat diperlukan pemicu di masyarakat. Karena itu para kader PKK di Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengikuti latihan pemicuan di Balai Desa Tambakan, Kamis (3/9).

Sekitar 60-an perempuan kader PKK di Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Klaten dilatih menjadi penggerak untuk menciptakan pola hidup bersih di lingkungan mereka tinggal. Perilaku hidup tidak sehat agar mulai ditinggalkan. Kebiasaan masyarakat di Desa Tambakan masih banyak yang buang air besar sembarangan (BABS) di sungai atau kali. Kebiasaan BABS bagi masyarakat Tambakan karena ada aliran sungai. Mereka tidak menyadari kebiasaan BABS dapat menciptakan lingkungan yang tidak sehat. Maka kader penggerak PKK yang kebanyakan para wanita dilatih untuk menciptakan sanitasi lingkungan bersih dan sehat.

Kepala Puskesmas Jogonalan 2 drg Tuti Nurharyanti dalam sambutannya antara lain mengungkapkan ajakan pada para ibu kader PKK di rukun tetangga (RT) maupun rukun warga (RW) untuk memotivasi warganya di sekitar rumahnya agar membiasakan pola hidup bersih lingkungan. ”Untuk hidup sehat harus diawali menciptakan lingkungan yang bersih. Perilaku BABS harus distop. Masyarakat mesti mulai membuat jamban yang sehat untuk buang air besar,”ujar drg Tuti.

Pelatihan pemicuan bagi para kader PKK yang disampaikan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Dina Merisa Damanik cukup menarik, sehingga mudah dipahami oleh para ibu-ibu kader PKK. Dina Merisa berharap untuk memicu di warga para ibu-ibu kader PKK dapat menciptakan sendiri. Ia menegaskan warga diajak untuk hidup bersih. Merubah perilaku hidup tidak bersih dan tidak sehat menjadi perilaku hidup bersih untuk kesehatan semua masyarakat.

Kepala Desa Tambakan Rismanto, dalam sambutannya mengharapkan agar para ibu kader di RT dan RW dapat menyadarkan warga sekitarnya untuk hidup bersih. Jangan BABS, buang air besar di sungai juga termasuk mengotori lingkungan. Rismanto pada Klaten Direktori mengatakan sebelum diadakan pelatihan pemicuan data warga yang melakukan BABS kurang lebih sejumlah 165 kepala keluarga. Diharapkan setelah disosialisasikan tentang sanitasi yang bersih dan sehat warga di Desa Tambakan tidak melakukan BABS.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *