Event Perayaan YAA-Qowiyyu Beberapa Ibu Bingung Mencari Kendaraan Yang Mengangkutnya

BERITA KLATEN-Puncak perayaan tradisional YAA-Qowiyyu di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, selain meriah tetapi juga berdampak ada pengunjung yang kesulitan mencari sarana  transpotasinya untuk pulang, Jumat (3/11/2017).

Pengunjung yang datang dari luar Kabupaten Klaten mencapai puluhan ribu untuk melihat atau menyaksikan sebaran apem di sekitar Masjid Ageng, di dusun Plampeyan, Kelurahan Jatinom. Banyaknya pengunjung yang datang di Jatinom juga berdampak sarana transpotasi memadati di jalan utama Kota Kecamatan Jatinom. Karena padatnya kendaraan transpotasi maka kesulitan mencari tempat parkir. Beberapa orang ibu dari Bekonang Sukoharjo yang tidak mau disebut jati dirinya ketika mau pulang kesulitan mencari kendaraan transpotasinya berupa sepur mini. Beberapa orang ibu-ibu sempat bergerombol di sekitar pertigaan yang berada di depan markas Koramil Jatinom. Mereka kebimgungan mencari kendaraan sepur mini yang mengangkut puluhan ibu-ibu ke Jatinom.

Melihat kebingungan para ibu-ibu mencari kendaraan sepur mini yang mengangkutnya, nampaknya pengemudi (sopir) sepur mini belum memberi pengertian atau penjelasan nanti untuk pulang mesti kumpul di mana. Sehingga petugas  polisi dan anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) membantu mencari kendaraan sepur mini. Informasi yang digali dari para ibu-ibu yang bingung mencari kendaraan sepur mini tidak diberi tahu untuk pulang kumpul di mana. Beberapa orang di sekitar pertigaan dekat Markas Koramil menyarankan mencari di lapangan Bonyokan. Tetapi ketika dicari di lapangan Bonyokan tidak ditemukan sepur mini yang dimaksud. Karena tidak ditemukan kendaraan sepur mini, seorang ibu tua bersama anak kecil yang tinggal di Bekonang Sukoharjo ditolong oleh seorang pria diantar ke Terminal Penggung untuk naik bus pulang ke Bekonan.

Salah seorang anggota RAPI bernama Gaga melihat adanya kejadian itu, ia mengusulkan agar tahun depan dalam event perayaan tradisional YAA-Qowiyyu agar diatur untuk tempat parkir. Misalnya semua kendaraan umum yang mengangkut pengunjung di Saparan Jatinom di parkir di tempat yang pasti. Hal itu perlu diumumkan pada khalayak. Sehingga tidak akan terjadi pengunjung yang kebingunan mencari kendaraan yang mengangkut.

Terkait puncak perayaan YAA-Qowiyyu di Jatinom, dalam kesempatan itu dihadiri Menteri Perindustrian Erlangga Hartarto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Plt Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, serta para pejabat Muspida Klaten, juga tamu undangan lainnya.

Menteri Erlangga Hartarto dalam sambutannya antara lain mengatakan pemerintah telah berusaha untuk menyejahterakan rakyat Indonesia. Dana desa yang digelontorkan ke desa yang besarnya sekitar 1 milliar merupakan upaya untuk mensejahterakan rakyat.

Untuk menjaga keamanan di lokasi  penyebaran apem, dan untuk lancarnya lalu lintas di jalan utama Jatinom, selain Polri dan tentara, RAPI Wilayah Kabupaten Klaten juga terlibat membantu keamanan dan lancarnya lalu lintas. Karena kendaraan yang melintas di jalan utama Jatinom cukup padat. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *