Kunjungan Ganjar Pranowo Di Geneng Digunakan Ngobrol

BERITA KLATEN-Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Desa Geneng, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten kesempatan digunakan untuk ngobrol dengan beberapa orang warga Geneng. Ngobrol dengan Ganjar Pranowo berlangsung di Bale Desa Geneng, Kamis (3/8/2017) sore.

Kesempatan ngobrol Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menanyakan berbagai hal pada orang-orang yang diajak ngobrol. Misalnya pada seorang ibu yang berjualan rujak dan lotis Ganjar Pranowo mengajukan berapa modalnya dan penghasilannya setiap harinya. Selain itu juga ada seorang bapak yang berkeluh kesah soal beaya untuk anaknya.  Perwakilan dari guru juga ada yang mengeluh sudah tidak mendapat insentif karena tidak punya ijazah sarjana. Dalam kesempatan itu Ganjar Pranowo memberi solusi-solusi jalan keluar pada bapak dan ibu yang diajak ngobrol atau berdialog.

Moment kunjungan kerja Ganjar Pranowo di Desa Geneng yang terkenal punya Rumah  Tempe Srikandi berlabel tempe echo sari, Gubernur Jawa Tengah itu menyempatkan melihat-lihat di ruang penjualan dan pembuatan tempe echo sari. Ganjar Pranowo nampak mencermati di ruang penjualan dan pembuatan tempe. Ia melakukan dialog dengan para wanita yang menangani pembuatan tempe echo sari.



Kegiatan kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dikemas Ngopi Bareng Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Bersama Masyarakat Klaten Dan Sosialisasi Wira Usaha Kredit Mitra Bank Jateng. Dalam kesempatan tersebut diundang semua kepala desa se Kabupaten Klaten. Nampak hadir beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Klaten, antara lain Sekretaris Daerah Jaka Sawaldi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klaten Wahyu Prasetyo, dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan kunjungan kerja Ganjar Pranowo di Desa Geneng, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten ini difasilitasi oleh Bank Jateng. Bersamaan kegiatan ini diserahkan dokument nasabah KMI pada 6 orang, ialah Singgih Marwanto tempat tinggal di Canan, Wedi, Klaten usahanya warung kelontong, Supriyanto warga Ngemplak, Kalikotes, Klaten, usahanya dagang perabot rumah tangga, Purwadi tempat tinggal Keden, Pedan, Klaten, usahanya toko kain dan pakaian, Tunah Suparno tinggal di Perum Sipacar, Semangkak, Klaten, usahanya jualan makanan ringan, Mugiyono warga Bugisan, Prambanan, Klaten, jenis usahanya ternak bebek, dan Susilowati tinggal di Karanglo, Klaten Selatan, Klaten, usahanya keripik belut. Dalam kesempatan kunjungan kerja Gubernur Jateng ada sebanyak 100 keluarga yang masuk kategori rumah tangga miskin mendapat bingkisan dari Provinsi Jawa Tengah.(ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *