SMP Negeri 1 Delanggu UN Dengan Sistem CBT

Pelaksanaan Ujian Nasional dengan sistem computer based test (CBT) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Delanggu, hari pertama, Senin (4/5) berjalan lancar. Beberapa siswa mengatakan senang dan tidak ada kesulitan ketika mengerjakan soal UN dengan sistem tes berbasis komputer atau CBT.

SMP Negeri 1 Delanggu adalah satu-satunya sekolah menengah pertama di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, dalam ujian nasional yang menggunakan sistem computer based test atau tes berbasis komputer. Kepala SMP Negeri 1 Delanggu Agus Ristanto, ketika ditemui di kantornya mengatakan jumlah siswa kelas 9 sebanyak 165. Untuk memenuhi persyaratan sarana prasana mengikuti ujian nasional menggunakan sistem tes berbasis komputer paling tidak mempunyai 60 unit komputer. Menurut Agus Ristanto yang baru menjabat kepala di SMP Negeri 1 Delanggu sekitar tiga bulan ini bahwa SMP Negeri 1 Delanggu sudah mempunyai 60 unit komputer. Untuk ujian nasional dengan sistem tes berbasis komputer ada tiga ruangan. Lebih lanjut Agus Ristanto mengatakan untuk kelengkapan pelaksanaan ujian nasional (UN) tes berbasis komputer, di SMP Negeri 1 Delanggu sudah ada proktor. Kemudian di masing-masing ruangan ada pengawas dan teknisi, dan pembantu proktor. Untuk antisipasi bila terjadi gangguan listrik (padam) sudah disiapkan jenset yang dayanya mencukupi untuk menghidupkan komputer yang digunakan untuk ujian nasional. Bahkan, lanjut Agus Ristanto, bila terjadi gangguan pelaksanaan UN sistem CBT, sudah disiapkan untuk UN tertulis biasa. Naskah soal UN tertulis sudah disiapkan di posko sub rayon Delanggu. Tentang kesiapan hal itu diakui panitia UN Kabupaten Klaten Lasa. Lasa menegaskan bila sampai ada gangguan (troble) pelaksanaan UN dengan sistem CBT di SMP Negeri 1 Delanggu sudah disiapkan kelengkapannya untuk UN tertulis. “Baik soal maupun guru yang akan mengawas sudah dipersiapkan,”ungkap Lasa. UN CBT di SMP Negeri 1 Delanggu waktu selama 2 jam, terbagi tiga sesi. Sesi pertama pukul 08.00 s/d. 10.00, sesi 2 pukul 10.30 s/d 12.30, dan sesi 3 mulai pukul 14.00 s/d 16.00.

Lasa yang menjabat Kasi sekolah menengah atas (SMA) Dinas Pendidikaan Kabupaten Klaten, dalam pelaksanaan UN tahun ini berharap, pertama agar sekolah mempunyai komitmen untuk meningkatkan mutu. Adanya UN dengan sistem CBT baik di jenjang SMA, SMK, dan SMP ini menjadi indikator untuk peningkatan mutu dalam pendidikan. Ke-2, meskipun nilai UN tidak menjadi syarat kelulusan, namun ia berharap UN dikerjakan dengan serius dan jujur. Kemudian ke-3 Lasa meminta semua pihak mendukung adanya UN dengan sistem CBT atau tes berbasis komputer. Lasa juga mengungkapkan UN yang tidak menjadi syarat kelulusan sisi positipnya adalah mengurangi stres, namun dari sisi negatifnya dapat mengurangi semangat belajar. Namun ia percaya, bagi siswa yang pandai tetap bersemangat untuk belajar.

Hari Purnama pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, pada hari pertama UN juga mengunjungi di SMP Negeri 1 Delanggu untuk melihat pelaksanaan UN dengan sistem CBT. Setelah melihat dan mengamati pelaksnaan UN berbasis komputer ia sangat perhatian dan mendukung pelaksanaan UN dengan sistem CBT. Karena itu Hari Purnomo berpendapat agar kepala sekolah mempunyai komitmen untuk peningkatan mutu sekolah, dan mesti diwujudkan atau dijalankan. Ini semua tergantung pada kepala sekolah yang berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Muh Rifki dan Nurcholis dari Ombushmen yang mendatangi di SMP Negeri 1 Delanggu, dalam usulannya pada Agus Ristanto, agar dalam daftar peserta UN CBT dipasang photo peserta ujian. Masukan atau usulan dari Ombushmen ini diterima oleh Agus Ristanto, dan Agus Ristanto merespon akan menindaklanjuti pemasangan photo.

Salah seorang siswa SMP Negeri 1 Delanggu David Yudha, setelah selesai mengikuti UN CBT hari pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia ia mengatakan merasa senang UN dengan sistem CBT. Pengakuannya, cara mengerjakannya lebih cepat, dan lancar. Bahkan ia masih mempunyai sisa sekitar 60 menit setelah selesai mengerjakan soal UN CBT. Sehingga ada sisa waktu banyak untuk meneliti hasil kerjanya. Lain lagi, siswi bernama Alfina FM yang punya cita-cita masuk SMA Negeri 1 Klaten, ditemui setelah ujian nasional ia mengatakan awalnya merasa gugup. Tetapi setelah memulai ia merasa tenang, dan tidak problem. Ia juga merasa senang UN dengan sistem CBT ini. Pengakuannya ia dapat mengerjakan soal UN mata pelajaran Bahasa Indonesia juga ada sisa waktu untuk meneliti ulang.

Menurut Lasa, di Provinsi Jawa Tengah ada tujuh SMP yang melaksanakan ujian nasional dengan sistem CBT. Salah satunya adalah SMP Negeri 1 Delanngu, Kabupaten Klaten. Ia mengatakan, SMP Negeri 1 Delanggu siap melaksanakan UN CBT. Setiap sesi ada 55 siswa yang mengikuti UN CBT.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *