Sambut Ramadhan Polres Klaten Selenggarakan Doa Bersama

BERITA KLATEN – Menyongsong datangnya bulan Ramadhan 1440 H Kepolisian Resort (Polres) Klaten, menyelenggarakan doa bersama di halaman belakang Markas Polres  Katen, Minggu (5/5/2019) petang tadi.

Dalam doa bersama ini juga untuk bersyukur atas terselenggaranya Pemilu 2019 yang aman dan damai, serta menyambut bulan Ramadhan. Dalam doa bersama dipimpin oleh para kyai. Antara lain Syamsuddin Asrofi, dan yang lain. Kemudian dilanjutkan tauziah yang  disampaikan oleh Ustad H Wijayanto dari Yogyakarta. Dalam tauziahnya atau siraman rohani, Ustad Haji Wijayanto mengajak semua perwira bintara polisi untuk mempersiapkan rohani memasuki  ibadah puasa di bulan Ramadhan. Hati perlu ditata dalam menjalani puasa. Inti  puasa adalah menahan diri. Dalam menjalankan puasa juga untuk mengajarkan semangat integritas bernegara. Makna berpuasa di bulan suci Ramadhan adalah untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia.

Doa bersama sambut datangnya bulan Ramadhan di Polres Klaten dihadiri Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, jajaran Polres Klaten, adik-adik pramuka Saka Bhayangkara,  anak-snak yatim piatu, dan tamu undangan lainnya.

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi seuasai sholat Mahgrib pada wartawan mengungkapkan doa bersama adalah dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan.  Selain itu juga doa syukur Allah karena Pemilu di Klaten sudah berjalan lancar, lancar, dan aman. Sambil menunggu hasil penghitungan suara pada tanggal 22 Mei, Aries Andhi mengajak warga masyarakat Klaten untuk menciptakan suasana yang  kodusif.

Terkait Pemilu, adanya baliho-baliho yang menyatakan menang adanya  pilpres baik nomor 01 maupun nomor  02. Bupati menyatakan ya biarkan masang. Yang penting setelah pengumuman resmi dari KPU pusat agar dapat diterima oleh kedua pihak. Baliho pemenangan  yang dipasang  di alun-alun Klaten oleh peserta Pilpres No.02. Karena itu melanggar peraturan. Maka dilepas oleh Satpol PP. Termasuk bila sudah pengumuman dari KPU tanggal 22 Mei yang akan datang, agar baliho dilepas. Bila tidak dilepas oleh pemasang, maka dilepas Satpol Pamong Praja.

Mengawali doa bersama tersebut adalah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selesai tauziah dilanjutkan sholat mahgrib bersama. Setelah itu makan malam bersama. Mata acara sholat Isak juga dilaksanakan bersama diteruskan sholat taraweh  (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *