Untuk Keluarga, Jumiyem Buruh Seadanya

Untuk menghidupi keluarganya, Jumiyem mesti bekerja seadanya pada tetangga yang membutuhkan tenaganya. Ia sudah tidak dapat mengharapkan tenaga suaminya, karena suaminya Matno, menderita sakit struk sejak tahun 2005. Putranya dua, namun anak ke-2 mempunyai kelainan yang perlu perhatian khusus.

Jumiyem ditemui di sela-sela sedang membantu rehab rumahnya, di Dukuh Senden, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Minggu (5/7) ia menceritakan dan membagi pengalaman hidupnya. Hidupnya yang tidak punya pekerjaan tetap, dan tidak punya penghasilan pasti sering membuatnya risau. Ia melanjutkan, perkawinannya dengan Matno mempunyai dua anak. Anak pertama putri bernama Asih Bimasri sudah lulus SMK tahun lalu, namun belum bekerja. Sedang anak ke-2 laki, yang mesti perlu diperhatikan lebih. Karena anaknya sekarang sekolah di sekolah luar biasa (SLB), sekarang duduk di kelas V.

Lebih lanjut Jumiyem yang asli dari Desa Bumiayu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, mengungkapkan mengenai upayanya untuk mendapatkan rejeki. Ia buruh seadanya kalau ada tetangga atau sahabatnya yang menyuruh menggosok (menyeterika) pakaian. Bila ada tetangga maupun teman-temannya yang menggunakan tenaganya tentunya akan mendapatkan imbalan.

Menyinggung rumahnya yang direhab oleh Komisi Pekabaran Injil (KPI) GKJ Kebonarum, Jumiyem merasa senang dan mengucapkan terima kasih. Rumah yang direhab adalah milik suaminya warisan dari orang tuanya. Sudah cukup lama lantai rumahnya belum semua diplester. Karenanya bila pada rehab rumahnya lantainya yang masih tanah juga diplester ia merasa senang dan mengucapkan terima kasih.

Saat dilakukan rehab rumahnya, Matno dipindahkan tiduran di belakang rumahnya. Dengan tiduran keadaan sakit struk Matno mengucapkan terima kasih pada jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kebonarum yang gotong royong melakukan rehab rumahnya. Ucapan terima kasih yang polos oleh Jumiyem dan Matno semoga juga dapat menghiburnya.

Setiap hari, pengakuan Jumiyem selalu berdoa mohon berkah pada Tuhan Yesus agar diberi kekuatan dan pasrah pada Tuhan Yesus. Ia yakin Tuhan Yesus menjadi sumber kekuatan hidupnya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *