FKP Tahun 2018 Diikuti 58 Sekolah

BERITA KLATEN-Tahun 2018 ini pelaksanaan festival ketoprak pelajar (FKP) diikuti sebanyak 58 sekolah. Peserta. Dalam FKP tahun ini pesertanya dari 4 kabupaten, ialah Kabupaten Klaten, Boyolali, Sukoharjo, dan Kabupaten Karanganyar.

Demikian diungkapkan pemilik Amigo Group Edy Sulistyanto, ketika jumpa pers dengan para wartawan dan pegiat media sosial (medsos) di ruang media SD Krista Gracia, Rabu (5/9/2018) tadi siang. Lebih lanjut Edy Sulistyanto yang biasa disapa Pak Edy menjelaskan dari peserta sebanyak 58 sekolah terdiri dari 27 SMA/SMK, 16 tingkat SMP,  dan 15 tingkat SD. Edy Sulistyanto dalam kesempatan jumpa pers juga mengungkapkan tahun ini atas restu dari instansi-instansi terkait,  pemrakarsa FKP melebur festival ketoprak anak (tingkat SD) dan festival ketoprak remaja (tingkat SMP) menjadi festival ketoprak pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK tanpa melupakan sejarah lahirnya masing-masing. Kemudian tahun ini juga atas restu Bupati Klaten, Hj Sri Mulyani panitia FKP memperluas peserta menjadi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Juga dikatakan, untuk FKP tingkat tetap kerja sama dengan Kecamatan Klaten Tengah.  Anggaran pelaksanaan FKP tingkat SMP Kecamatan Klaten Tengah ikut menopangnya bersama dengan Amigo.

Untuk FKP kali ini yang diikuti dari luar Kabupaten Klaten adalah FKP tingkat SMA/SMK. Pesertanya dari SMA Negeri 1 Tawangsari, Sukoharjo, dari SMK Negeri 1 dan SMA BK 2 Boyolali, kemudian dari SMA Negeri 1 Jumapolo, Kabupaten Karanganyar. Pelaksanaan FKP tingkat SMA/SMK akan dilaksanakan hari Jumat s/d Selasa (7-11 September 2018). Untuk tingkat SMP pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 15-16 September 2018. Kemudian FKP untuk tingkat SD dilaksanakan hari Jumat sampai dengan Minggu, tanggal 5-7 Oktober 2018.

Dalam jumpa pers nampak hadir beberapa orang panitia pelaksana FKP. Salah seorang panitia FKP Kristian Apriyanta dari Omah Wayang mengharapkan agar semua peserta FKP mandiri. Segala kebutuhan mengikuti FKP dicukupi oleh sekolah. Baik penabuh karawitan, properti pentas, make up pemain, dan lainnya.  Karena sebelum pelaksanaan FKP juga diselenggarakan workshop mengenai pementasan.

Dalam kesempatan itu pekerja seni Bondan Nusantara juga hadir dalam jumpa pers mengapresiasi pada para guru seni yang telah melatih siswanya yang akan tampil dalam FKP. Mengenai penggunaan bahasa Jawa yang belum pas Bondan Nusantara tidak memasalahkannya. Karena bahasa atau kata-kata merupakan ekspresi untuk komunikasi.

Pada FKP yang akan datang, dewan juri akan didatangkan dari ISI Surakarta maupun Yogyakarta. Harapan semua panitia penilaian dilakukan secara obyektif.

Gubernur Jawa Tengah  Ganjar Pranowo yang terpilih pereode ke-2 dalam sambutannya tentang FKP ia menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi untuk Klaten yang terus berkarya untuk mengenalkan ketoprak kepada pelajar. “Cah enom jaman now (sekarang) ben seneng ngetoprak. Tugase sing tuwo menehi conto, menehi kesempatan, nggarap sing apik sehingga menjadi show (pertunjukan) yang mengesankan dan menjadi ruang kreativitas anak-anak kita. Bukan hanya melestarikan tapi juga mengembangkan karya budaya dan menambah prestasi Jawa Tengah. Indonesia besar karena budaya, dan budaya itu adalah kita,”ungkap Ganjar Pranowo.(ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *