Wahyu Sugiharjono, Korwil Pendidikan Hoby Seni Wayang

BERITA KLATEN – Wahyu Sugiharjono adalah figur Korwil Pendidikan  yang mempunyai hobi berkesenian wayang. Ini dibuktikan dengan ikut pentas ringgit tiyang (wayang orang) di Dusun Cucukan, Desa Wonoboyo, Jogonalan, Klaten, Sabtu (3/11/2018) malam lalu.

Wahyu Sugiharjono adalah warga dari Dusun Cucukan, Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ia di lingkungan desanya di Desa Wonoboyo  juga disegani masyarakat. Apalagi Wahyu Sugiharjono yang mempunyai hoby berkesenian wayang orang. Ketika pentas ringgit tiyang (wayang orang) dengan Werkudoro Kembar di desanya Wonoboyo,  pada  Sabtu malam Minggu (3/11/2018) lalu ia memerankan sebagai tokoh Patih Udowo di Negoro Manduro. Ketika memerankannya, Wahyu Sugiharjo nampak all out dan penuh penghayatan. Sehingga ia nampak apik dalam pentasnya.

Wahyu Sugiharjono saat sekarang berdinas sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan di Kecamatan Klaten Tengah. Menurutnya sebagai Korwil Pendidikan di Kecamatan Klaten dilaksanakan penuh tanggung jawab. Mengenai hobinya  berkesenian wayang orang (ringgit tiyang) tidak mengganggu pekerjaannya sebagai Korwil Pendidikan. Untuk ikut terlibat pentas wayang orang lakon Werkudoro Kembar yang disutradarai oleh Ki Narto Wardoyo, Wahyu Sugiharjono ikut latihan kurang lebih selama 1 bulan.  Ia memerankan sebagai tokoh Patih Udowo di Negoro Manduro merasa senang. “Saya merasa senang memerankan sebagai Patih Udowo. Saya berusaha main dan gerak tari penuh perhatian,”ujar Wahyu Sugiharjono.

Lebih lanjut Wahyu Sugiharjono mengatakan, pentas wayang orang dengan lakon Werkudoro Kembar dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan. Pentas wayang orang yang mengambil tempat di halaman rumah Gito Gatel juga melibatkan Kepala Desa (Kades) Wonoboyo Supardiyono ikut main wayang orang.

Wahyu Sugiharjono dalam pentas wayang orang ini juga bertindak sebagai Ketua Panitia. Menurutnya, untuk pelaksanaan pentas wayang orang (ringgit tiyang) untuk pendanaan secara swadaya, dan sponsor dari relasi. Menurutnya pentas wayang orang mengambil cerita Werkudoro Kembar sukses. Hal ini juga juga dirasakan warga Desa Wonoboyo.

Wahyu Sugiharjono sempat mengatakan, lakon atau cerita Werkudoro Kembar ini.  Konon di Negoro Manduro ada Werkudoro Kembar, atau 2 Werkudoro. Tentunya Werkudoro yang palsu menciptakan kacau Negoro Manduro. Kemudian Werkudoro yang asli berusaha menciptakan Negoro Manduro yang aman serta sejahtera. Lalu terjadi kondisi peperangan di Negoro Manduro. Dengan lakon tersebut para pemain wayang orang lakon Werkudoro Kembar di Desa Wonoboyo memainkannya penuh optimal. Hal ini memuaskan batin Wahyu Sugiharjono. (ksd)

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *