Berkesenian Ketoprak Salah Satu Media Berkolaborasi Kemajemukan

BERITA KLATEN – Warga masyarakat Klaten, Jawa Tengah keturunan Tionghoa akan mementaskan ketoprak dengan lakon Rebut Kuwasa di Aula SD Kristen 3 Klaten, Sabtu (10/3/2018). Pentas ketoprak ini merupakan salah satu media kolaborasi pembauran dalam kemajemukan.

Pentas kesenian ketoprak yang dimainkan oleh warga masyarakat  keturunan Tionghoa di Klaten, Jawa Tengah sudah dipersiapkan sejak bulan Desember 2017 lalu. Pentas seni ketoprak oleh masyarakat pengusaha keturunan China merupakan obsesi pemilik Toko Amigo Edy S.  Harapan Edy S, dengan berkesenian pentas ketoprak merupakan wujud mencintai budaya Jawa, untuk menjunjung nama Kabupaten Klaten sebagai kota ketoprak. Sehingga berkesenian dalam pentas ketoprak menjadi media untuk pembauran warga Klaten keturunan Tionghoa yang hidup bersama masyarakat Jawa. Dalam pentas ketoprak dengan cerita  berjudul Rebut Kuwasa yang disutradarai oleh Bondan Nusantara akan menggunakan kostum Jawa, dan dialog menggunakan Bahasa Jawa yang komplit. Dapat dipastikan pentas ketoprak yang dimainkan oleh saudara-saudara keturunan China akan menjadi tontonan yang sangat menarik dinikmati para pemirsa.

Yang menarik dalam pentas ketoprak lakon Rebut Kuasa, salah satu pemain yang berperan isteri Jogowono adalah Huang Hua pemain bulu tangkis yang berhasil menjadi juara dunia. Huang Hua ini menurut Candra Budi Dharmawan belum fasis berbicara Bahasa Jawa. Karena berbicara menggunakan Bahasa Jawa belum fasis ketika latihan pentas ketoprak dalam mengucapkan kata-kata Bahasa Jawa cukup mengasyikkan.

Dalam konferensi pers di ruang media center SD Kristen 3 Klaten, Selasa (6/3/2018) siang, Iwan Susanto antara lain mengungkapkan Perkumpulan Darma Bakti Klaten sudah aktif di tahun 1963-an. Bidang yang digeluti adalah sosial, kedukaan, dan kesenian. Walau pada tahun tersebut tidak menggunakan nama Darma Bakti warga keturunan Tionghoa pernah mementaskan wayang orang di tobong alun-alun Klaten.

Lebih lanjut dikatakan, Perkumpulan Darma Bakti kembali aktif dengan disahkannya  dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik  Indonesia  Dirjen Administrasi Hukum Ukum, serta keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia nomor AHU-0000699.AH.01.08 Tahun 2017 tentang persetujuan perubahan badan hukum Perkumpulan Darma Bakti Klaten.

Perkumpulan Darma Bakti Klaten di bawah kepengurusan yang baru terjadi revitalisasi perkumpulan dengan fokus pada bidang ialah sosial, kesenian, olah raga, dan kedukaan. Kepengurusan Perkumpulan Darma Bakti Klaten antara lain Ketua 1 Agoes Handoyo, Ketua 2  Womiaji K, Ketua 3 Deny Santosa. Kemudian yang duduk sebagai Sekretaris 1 Lydia, Sekretaris 2 Martin Kristanto, dan menjabat Bendahara 1 Tjandra Budi Dharmawan, serta Bendahara 2 Djunadi. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *