Guru Mesti Berintegritas Dalam Menjalankan Tugasnya

BERITA KLATEN – Guru dalam menjalankan tugasnya harus mempunyai sikap integritas  pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Demikian dikatakan Prof DR Timbul Haryono MSC waktu seminar penguatan pendidikan karakter  dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Gedung Wongso Menggolo Klaten, Rabu (9/5/2018). Karena guru selalu bersentuhan dengan siswa di semua jenjang pendidikan. Dalam membimbing siswa guru mesti mempunyai sikap integritas yang kuat karena sebagai figur atau rol model yang ditiru oleh siswa.

Karena itu Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten dalam rangka Hardiknas menyelenggarakan seminar dengan tema Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Pagelaran Wayang Kulit. Peserta seminar tersebut adalah para guru dari jenjang taman kanak-kanak (TK), jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Dalam seminar tersebut dipentaskan pagelaran wayang yang dimainkan oleh Dalang Sunardi yang pernah menjabat Kepala UPTD Pendidikan,  kemudian Sunardi yang sekarang menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten juga tampil mendalang dalam adegan goro-goro. Mengawali mementaskan goro-goro Sunardi mengungkapkan “wis arep pensiun  wae kok isih disampiri gawean  dadi kepala dinas pendidikan”. Dialog-dialog dalam goro-goro yang ditemani bintang tamu lokal Klaten suasana menjadi hangat dan canda tawa. Lontaran ungkapan-ungkapan untuk penguatan pendidikan karakter menimbulkan gelak ketawa para hadirin.

Kepala Bidang PMPTK Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Muzayin sebagai salah satu panitia seminar pada Berita Klaten.com mengungkapkan dalam seminar penguatan pendidikan karakter dalam pagelaran wayang kulit adalah mengingatkan kembali budaya jawa pada pendidik lewat filosofi wayang kulit.  Menurut Muzayin filosofi dalam pentas wayang kulit banyak nilai pendidikan karakter.

Dalam kesempatan itu hadir juga Bupati Klaten Hj Sri Mulyani bersama Kapolres Klaten AKBP Yuli Agung Pramana, dan Kajari Klaten. Sri Mulyani mengawali sambutannya mengungkapkan gaji guru sudah banyak, karena guru sudah dapat sertifikasi. Pesannya pada para guru yang sudah punya gaji besar dan dapat sertifikasi, ojo dolan wae. Dolane menyang Solo opo Yogya. Nek dolan karo keluargane. Sri Mulyani juga mengungkapkan guru adalah digugu lan ditiru. Maka agar anak-anak dididik yang baik. Sehingga kelak anak menjadi orang yang berkarakter. Sri Mulyani juga mengajak para guru berkontribusi untuk membangun gedung untuk guru. Sri Mulyani berjanji kelak akan membantu membiayai membangun gedung bagi guru di Klaten, Jawa Tengah. Sri Mulyani juga mengajak para guru melakukan gerakan membaca.

Salah seorang guru peserta seminar yang enggan disebut jati dirinya, ia mengusulkan dalam penyelenggaraan seminar yang mengikutkan para guru agar dilaksanakan jangan pada hari efektif. Karena kalau diselenggarakan pada hari efektif kasihan para murid bila ditinggal mengikuti seminar. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *