Pentas Ketoprak Lakon Rebut Kuwasa Mengagumkan

BERITA KLATEN – Pentas ketoprak dengan lakon Rebut Kuwasa yang dimainkan oleh warga masyarakat Klaten keturunan China di Aula SD Kristen 3 Klaten, Sabtu (10/3/2018) malam  mengagumkan.

Tidak terperkirakan, warga masyarakat  keturunan China atau Tioghoa di Klaten, Jawa Tengah ternyata dapat mementaskan ketoprak, dan dapat dialog menggunakan Bahasa Jawa cukup lumayan baik. Hal itu yang membuat bagi penonton orang Jawa, atau para pejabat Pemerintah Kabupaten Klaten mengatakan pementasan ketoprak dengan cerita Rebut Kuwasa yang dimainkan oleh warga masyarakat keturunan China luar biasa.  Kapasitas gedung Aula SD Kristen 3 Klaten yang dapat menampung kurang lebih 800-an orang, pada malam pentas ketoprak lakon rebut kuwasa penuh.  Tiket masuk yang dijual seharga Rp60.000,- sepekan sebelum hari pentas sudah terjual semua. Hal itu yang membuat semangat optimis bagi para pemain ketoprak yang 90% warga masyarakat Klaten keturunan China.

Yang cukup mendapat perhatian para penonton adalah pada saat adegan Jagawana yang diperankan oleh Chandra Budi Dharmawan yang melakukan dialog dengan isterinya,  yang diperankan oleh isterinya sendiri bernama Huang Hua dari China, yang pernah menyandang juara dunia bulu tangkis setelah mengalahkan Susi Susanti. Yang menarik ketika adegan Jagawana dialog dengan  Huang Hua karena belum faseh menggunakan Bahasa Indonesia dan  Bahasa Jawa. Sehingga dalam dialognya banyak menimbulkan tertawa lucu bagi penonton.  Dialog yang diungkapkan juga ada Bahasa Mandarin,  juga Bahasa Indonesia,  serta Bahasa Jawa. Karena kesalahan mengucapkannya sering membikin tertawa penonton.

Huang Hua yang sempat diwawancarai wartawan antara lain mengatakan ikut pentas ketoprak ini menyenangkan. Ia berharap warga Klaten dapat bersatu antara warga keturunan China dan Jawa. Semangat membangun Kabupaten Klaten menjadi komitmen bagi warga Keturunan China bersama warga asli Jawa.

Bondan Nusantara yang mensutradarai pentas ketoprak Rebut Kuwasa ketika diwawancarai Berita Klaten antara lain mengungkapkan untuk pentas ini latihan selama 2 bulan.  Latihan sepekan 2 kali, ialag pada hari Senin dan Kamis. Lama tiap latihan 2 jam,  mulai pukul 18.00 s/d 20.00. Dalam latihan para pemain sudah disiplin. Untuk dialog menggunakan bahasa Jawa, juga bahasa campuran.  Bahasa untuk dialog menurut Bondan Nusantara yang dapat untuk guyonan. Bagi Bondan Nusantara, mempersiapkan pentas ketoprak yang dmainkan oleh warga keturunan Tionghoa sudah pernah melakukannya pada tahun 2000-an lalu. Pada waktu itu warga keturunan Tionghoa di Delanggu dengan PMS di Solo. Menurut Bondan Nusantara tidak ada kesulitan.

Ketua Perkumpulan Darma Bakti Klaten Agus Handoyo dalam sambutannya antara lain mengungkapkan mohon pada Bupati Klaten untuk mengukuhkan kepengurusan Perkumpulan Darma Bakti (PDB) Klaten tahun 2017 – 2022. Harapannya warga Klaten keturunan China jangan dinomor duakan. Agus Handoyo berkomitmen akan ikut membangun Klaten, dan akan terlibat dalam kegiatan kenegaraan di Klaten, maupun kegiatan Pemkab Klaten lainnya.

Pada pentas ketoprak dengan lakon rebut kuwasa dihadiri Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, dan beberapa pejabat Pemkab Klaten. Nampak hadir antara lain Assisten Bupati Sri Winoto, Staf Ahli Bupati Joko Wiyono, Purwanto AC, Pengurus FKUB Klaten Gus Zajuli,  dan pejabat Pemkab  lainnya.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, dalam sambutannya antara lain mengatakan memberi apresiasi pada warga keturunan China.  Ia pada awalnya mempunyai praduga apa warga keturunan China bisa main ketoprak. Setelah melihat kiprah pentasnya Sri Mulyani merasa apresiasi pentasnya ketoprak. Ia mengakui lumayan baik, dan mengatakan luar biasa pementasan ketoprak lakon rebut kuwasa. Malah Bupati Sri Mulyani berharap pada Pak Edy pemilik Toko Pakaian Amigo dapat membantu pentas ketoprak di RSPD Klaten. Bupati Sri Mulyani cukup kagum tata panggung, dan alat-alat yang digunakan untuk pentas ketoprak di SD Kristen 3 Klaten. Pada kesempatan itu Bupati Klaten juga mengukuhkan kepengurusan PDB Klaten pereode tahun 2017-2022.

Sebelum pentas ketoprak Rebut Kuwasa, ada pentas Chinese Drum, dan Barongsai yang dimainkan oleh para siswa SMP Kristen 1 Klaten. Permainan Chinese Drum dan Barongsai cukup atraktif sehingga memukau penonton. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *