Para pengunjuk rasa sedang duduk-duduk di depan DPRD Klaten ketika perwakilan sedang diterima Bupati Hj Sri Hartini di ruang B 1 (p.kus)

Ratusan Warga 3 Desa Kembali Demo Tolak TPA

KLATEN (BK). Ratusan orang dari warga Desa  Troketon, Kalangan, dan Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Tengah melakukan demo di Kantor Pemerintah Kabupaten Klaten, Rabu (11/5). Mereka  menolak Desa Troketon untuk tempat pembuangan akhir sampah.

Kurang lebih 200-an orang warga  dari Desa Troketon, Kalangan, dan Desa Kaligawe,  Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah datang di Kantor Pemerintah Kabupaten Klaten untuk melakukan unjuk rasa mengenai tempat  pembuangan akhir (TPA) sampah yang berada  di Desa  Troketon. Sekitar pukul 10.00 warga pengunjuk rasa sudah berada di jalur  lambat  depan Kantor DPRD Klaten. Para pengunjuk rasa melakukan  orasi di depan  pintu gerbang gedung DPRD Klaten.  Mereka menolak TPA sampah yang berada  di Troketon dan menuntut untuk ditutup. Alasannya menolak TPA sampah karena tidak menyehatkan lingkungan. Bau tidak enak  yang diakibatkan karena TPA sampah  dapat menimbulkan polusi  di lingkungan Desa Troketon, Kaligawe, dan Desa Kalangan.

Dalam  unjuk rasa mereka  menginginkan  dapat bertemu dengan Bupati Klaten Hj Sri Hartini.  Menurut beberapa  orang yang ikut  unjuk rasa warga dari 3 desa tersebut ingin bertemu menyampaikan penolakan TPA sampah pada  Bupati Hj Sri Hartini. Masyarakat di 3 desa tersebut sejak  dulu tidak boleh digunakan  untuk TPA sampah.

Setelah dilakukan negosiasi dengan polisi yang  bertugas mengamankan unjuk rasa warga 3 desa  tersebut, kemudian ada sekitar 20 orang diperbolehkan bertemu dengan Bupati Hj Sri Hartini di ruang B1.

Dalam pertemuan di ruang B1 beberapa orang menyampaikan penolakannya mengenai TPA sampah. Salah seorang Muklis, sebagai pengurus BPD Kaligawe, mengungkapkan dapat merusak lingkungan karena dapat menimbulkan polusi. Dengan digunakan sebagai TPA sampah nantinya akan meninggalkan persoalan pelik bagi anak cucu di desa tersebut.  Selanjutnya  koordinator pengunjuk rasa Sutrisno menyampaikan perasaannya  yang kesal atas diadakannya  TPA sampah di Desa Troketon. Ia  sebagai  penyambung lidah bagi warga  Desa Troketon menyampaikan penolakan dan mohon TPA sampah di Troketon dihentikan. Mestinya dalam menempatkan TPA sampah perlu dirembug dengan  warga Desa Troketon.  “Kalau Perda tentang TPA sampah sudah disahkan dapat ditinjau dan dirubah lagi. Karena Perda bukan kitab suci,”ujar dari salah seorang warga Desa Kalangan.

Bupati Klaten Hj Sri Hartini yang didampingi Sekda Klaten  Joko Sawaldi, Assisten 2  Purwanto AC menyampaikan selamat datang atas kehadiran para warga dari Desa Troketon, Kalangan, dan Desa Kaligawe.  Merespon  yang dilontarkan oleh beberapa orang pengunjuk rasa di ruang B1, Hj Sri Hartini kali pertama mengucapkan terima kasih atas kehadiran warga dari Desa Troketon, Kalangan, dan Desa Kaligawe.  Untuk masalah TPA sampah Sri Hartini yang baru memimpin selama tiga bulan  hanya melanjutkan  dari Bupati Klaten lalu. Mengenai TPA sampah itu sudah diperdakan.  Untuk itu  penanganan TPA sampah Hj Sri Hartini mengajak kerja sama dengan warga masyarakat di 3 desa tersebut.  Ia menjanjikan akan mempertemukan  dengan DPRD Klaten untuk menindaklanjuti penanganan TPA sampah.

Selain Jaka Sawaldi dan Purwanto AC, nampak hadir untuk mendampingi Bupati Hj Sri Hartini antara lain Kepala Dinas Perhubungan Bambang Giyanto, Kepala Inspektorat  Sharuna, Kepala Satpol PP Slamet Widodo, Kepala Dinas PU Mursid, dan lainnya.  Selesai  dialog di ruang B1, Bupati Hj Sri Hartini  berjalan menuju menemui warga yang melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Klaten. Hj Sri Hartini menyapa dengan penuh perhatian pada warga dari Desa Troketon, Kalangan, dan Desa Kaligawe.

Bupati Klaten Hj Sri Hartini menemui para pengenjuk rasa di depan  gedung DPRD Klaten. (p.kus)
Bupati Klaten Hj Sri Hartini menemui para pengenjuk rasa di depan gedung DPRD Klaten. (p.kus)

Sutrisno pada Berita Klaten mengatakan senang dapat diterima oleh Bupati Klaten Hj Sri Hartini.  Namun ia  berharap agar apa yang dijanjikan Sri Hartini untuk berembug mengenai TPA sampah benar direalisasikan segera.  Hj Sri Hartini pada para wartawan mengatakan untuk menutup TPA sampah di Troketon tidak dapat segera. Karena mesti dirembug dengan DPRD Kabupaten Klaten.

Setelah Bupati Klaten Hj Sri Hartini menemui para pengunjuk rasa, kemudian Sutrisno mengajak para pengunjuk rasa untuk membubarkan diri dan pulang.  Dengan menggunakan sepeda motor, dan  mobil, maupun truck warga pengunjuk rasa dari 3 desa tersebut meninggalkan kantor Pemkab Klaten.  Sekitar 100 personel polisi mengamankan unjuk rasa warga Pedan tersebut. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *