Peserta Ujian Paket B Dewi Fortuna Pernah Jadi Anggota Dewan

BERITA KLATEN – Salah seorang peserta ujian  kesetaraan paket B dari PKBM Dewi Fortuna Klaten Selatan ada yang pernah menyandang menjadi anggota DPRD di Boyolali tahun 1999-2004. Mencari ijazah paket B untuk jaga-jaga bila diperlukan kelak.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang peserta ujian kesetaraan paket B bernama Rohmad, saat keluar dari ruangan ujian pada hari ke-2, di kompleks SMA Negeri 2 Klaten, Minggu (12/5/2019). Lebih lanjut Rohmad yang tinggal di Ngabetan, Wedi menuturkan nantinya bila  sudah mendapatkan ijazah paket B, selanjutnya juga akan mencari ijazah paket C. Menurutnya untuk persyaratan kerja musti mempunyai ijazah kesetaraan. Karena itu Rohmad berusaha keras untuk mempunyai ijazah paket B dan selanjutnya ijazah paket C.

Pengelola PKBM Dewi Fortuna di Klaten Selatan M Sulaiman ditemui di Komplek SMA Negeri 2 Klaten, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengatakan jumlah peserta ujian kesetaraan  paket B ada 21 anak. Keberadaan umur peserta beragam. Ada peserta yang usianya sama dengan siswa kelas 9 SMP, namun juga ada yang usianya  sudah dewasa atau tua. Peserta ujian kesetaraan paket B sudah memenuhi persyaratan untuk ikut menempuh ujian penyetaraan paket B.  Materi pelajaran yang mesti diikuti juga sudah sesuai dengan kurikulum pendidikan penyetaraan paket B.

Menurut M Sulaiman, mata pelajaran yang diujikan penyetaraan paket B  menggunakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Pelaksanaan UNBK pada hari Sabtu, Minggu, dan Senin  (11 s/d 13 Mei 2019). Jadwal hari pertama Bahasa Indonesia dan PPKn, hari ke-2 Matematika dan IPS, serta hari ke-3 IPA dan Bahasa Inggris. Sampai hari ke-2 ini peserta ujian penyetaraan paket B masuk semua.

Salah seorang siswa peserta ujian paket B Arseta,  yang berangkat diantar oleh ibunya, bila nanti sudah lulus paket B ingin mendaftar masuk SMK jurusan permesinan. Menurut Dewi, ibunya Arseta, sebagai orang tua akan memberi kebebasan pada anak ingin masuk kemana, yang anak mau sekolah. Menurutnya jaman sekarang anak kalau tidak sekolah apa jadinya.(ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *