Menkes Nila Farid Moeloek Meresmikan Gedung IRJT & Peletakan Batu GBST RSUP dr Soeradji Tirtonegoro

BERITA KLATEN – Kehadiran Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof Dr dr Nila Farid Moeloek Sp M(K) di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro di Klaten, Jawa Tengah untuk meresmikan gedung Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) dan peletakan batu pertama Gedung Bedah Sentral Terpadu (GBST), Jumat (12/7/2019) tadi pagi.

Peresmian gedung IRJT ditandai dengan pengguntingan untaian bunga melati yang di gerbang gedung IRJT oleh Menteri Kesehatan (Menkes) dr Nila Farid Moeloek yang didampingi oleh Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, dan jajaran Direksi RSUP dr Soeradji Tirtonegoro. Selanjutnya Menkes Nila Farid Moeloek meninjau  suasana di gedung IRJT. Dari ruangan lantai 1 menuju ke beberapa lantai.  Menkes Nila Farid Moeloek juga meninjau di ruangan-ruangan dan menyempatkan  dialog dengan beberapa orang tua pasien di poli anak. Dalam kesempatan melihat-lihat gedung IRJT Menkes Nila Farid Moeloek juga meninjau lantai 5. Di lantai 5 beliau juga sempat menikmati view Gunung Merapi – Merbabu yang nampak indah dipandang dari lantai 5.

Selesai meninjau dan mengamati beberapa lantai di Gedung IRJT RSUP dr Soeradji Tirtonegoro, Menkes Nila Farid Moeloek memberi kesempatan para wartawan untuk wawancara. Selanjutnya, setelah wawancara dengan para wartawan, Menkes Nila  Farid Moeloek menuju lokasi akan dibangunnya Gedung Bedah Sentral Terpadu (GBST) dan Critical Center untuk melakukan peletakan batu pertama. Setelah Menkes dr Nila Farid Moeloek melakukan peletakan batu pertama, kemudian dilanjutkan peletakan batu pertama oleh Direktur Utama dr Endang Widyaswati, dan para Direksi lainnya.

Gedung Bedah Sentral Terpadu dan Critical Central yang akan dibangun ada 5 lantai. Lantai 1 untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), lantai 2 untuk NICU level II dan level III, lantai 3 untuk ICU, ICCU, dan HCU, dan lantai 4&5 untuk kamar operasi, persiapan dan recovery. Direncanakan pembangunan GBST selesai pada akhir tahun 2019.

Direktur Utama RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten dr Endang Widyaswati dalam sambutannya antara lain mengungkapkan pasien yang berobat di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro ada peningkatan. Sekarang sehari pasien mencapai 1000-an. Maka untuk menciptakan suasana yang nyaman perlu tempat yang memadahi. Dengan selesai dibangunnya Gedung IRJT maka sudah dapat menciptakan suasana nyaman bagi pasien rawat jalan.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof Dr dr Nila Farid Moeloek Sp M (K) dalam sambutannya antara lain mengungkapkan efisiensi penanganan pasien perlu dilakukan. Jaman sekarang dunia media sosial berkembang cepat. Karena itu Menkes Nila Farid Moeloek agar berhati-hati dalam menangani pasien. Keramahan dan pelayanan  pada pasien harap diperhatikan. RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten juga merupakan RS pendidikan, namun RSUP dr Soeradji Tirtonegoro sebagai fungsi sosial juga melayani bagi pasien kelas 3.

Menkes Nila Farid Moeloek menanggapi pertanyaan wartawan mengenai keluhan masyarakat untuk rujukan yang berjenjang ketika mau berobat, ia mengatakan itu perlu dilakukan. RSUP dr Soeradji Tirtonegoro merupakan kelas A, masyarakat bila sakitnya ringan,  misalnya sakitnya hanya belek atau tensi darah tinggi cukup berobat di Puskesmas. Tidak perlu berobat ke RSUP dr Soeradji Tirtonegoro. Rujukan untuk berobat yang berjenjang juga untuk mengendukasi disiplin masyarakat. “Sehingga RSUP dr Soeradji Tirtonegoro yang masuk tipe atau kelas A, tidak akan dipenuhi pasien yang dapat ditangani di tingkat Puskesmas,”ujar Menkes Nila Farid Moeloek.

Beberapa pejabat Pemkab Klaten yang hadir adalah Assisten 1 Bupati dr Ronny Roekmito, Sekretaris Dinas Kesehaatan  Klaten Partopo, Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, mitra kerja dari rumah sakit swasta yang ada di Klaten, dan tamu undangan lainnya.(ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *