SMA Negeri 1 Karanganom Memboyong Juara 1 FKP Ke-9

BERITA KLATEN-Festival ketoprak pelajar (FKP) tingkat Jawa Tengah  tahun 2018  yang diselenggarakan di SD Krista Gracia Klaten, SMA Negeri 1 Karanganom berhasil memboyong juara 1 ketika diumumkan, Selasa (11/9/2018).

Hasil penilaian dari dewan juri setelah dilakukan sidang juri akhirnya berdasarkan nilai yang didapat para peserta FKP akhirnya Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Karanganom, Klaten sebagai juara 1. Selanjutnya juara 2 diraih oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tulung, Kabupaten Klaten, dan juara 3 diduduki oleh SMK Berbudi Gantiwarno.

Untuk penyaji favorit jatuh pada SMA Negeri 1 Karangdowo. Kemudian FKP tahun ke-9 ada peserta yang tampil beda.  Karena tampilnya yang berbeda ini, sehingga menjadikan inspirasi bagi panitia dan dewan juri. Peserta yang tampil beda ini adalah dari SMA BK 2 Boyolali. Penampilannya digarap versi sandiwara menggunakan bahasa jawa. Bukan digarap versi ketoprak. Karena itu SMA BK 2 Boyolali mendapat trophy experimentasi.

Kejuaraan yang ditentukan  antara lain tata kostum, tata stage, penampilan dagelan, tata musik, penyutradaraan, pemeran putri, pemeran putra, penyajian, dan lain-lain. Semua penyandang juara dapat trophy. Untuk membedakan tingkatan juara dibedakan oleh jenis trophy.

Sebelum mengumumkan kejuaraan dewan juri menyampaikan evaluasi pada peserta FKP.  Bambang Sugiarto sebagai budayawan menyampaikan agar  SMA maupun SMK ada ekstra kulikuler teater.  Dengan teater para siswa bisa belajar teknik olah vokal, kelenturan badan akting. Membentuk karakter siswa mesti lewat kesenian. Jolo Usmoyo juga mengevaluasi bila sekolah tidak dapat menggarap lakon jangan dipaksakan. Kalau dipaksakan kasihan pemain peran. Ia menegaskan agar ekstra kulikuler teater diadakan di sekolah baik SMA maupun SMK. Karena dalam teater akan berlatih olah vokal, oleh gerak kelenturan tubuh, dan olah rasa.

Sedangkan Krisno Santosa mengungkapkan, di panggung sudah disediakan fasilitas untuk kebutuhan artistik panggung. Tetapi para penata artistis panggung belum ada yang dapat memanfaatkan. Dalam tata artistik panggung tim artistik masih ada yang belum bisa mengerjakan dengan baik. Tim artistik kalau pemeran sudah ada di panggung tim artistik tidak wira-wiri di panggung.  Mengurangi keindahan artitistik panggung. Lebih baik lagi tim artistik dapat berkreasi sendiri.

Pada kesempatan sebelum pengumuman suasana di gedung Aula Sekolah Dasar (SD) Krista Gracia cukup riuh. Dalam kesempatan itu pemandu acara Damar mengajak menyanyi meraih bintang, lagu yang untuk Asian Games. Ketika diputarkan lagu meraih bintang para peserta ikut bernyanyi penuh semangat dan nampak gembira dengan menggoyang telepon genggamnya yang lampu flashnya dinyalakan.

Suasana hari ke-5 (terakhir) pelaksanaan FKP benar-benar meriah. Semua siswa dan para guru, juga ada kepala sekolah yang menunggu pengumuman kejuaraan FKP ke-9. Juara 1, dan juara 2 menerima trophy bergilir dari Gubernur Jawa Tengah dan tropy bergilir Bupati Klaten.

Tidak bisa dilupakan, suksesnya FKP sejak dari yang pertama hingga FKP ke-9 atas perjuangan keras Edy Sulistyanto pemilik  Amigo Group kerja sama dengan Dinas Pendidikan Klaten maupun Disbudparpora, Dewan Kesenian, Omah Wayang, di  Kabupaten Klaten. Adanya  FKP menjadi media untuk melestarikan seni budaya ketoprak. Komitmen untuk melestarikan seni budaya ketoprak sudah semestinya diapresiasi oleh semua elemen yang ada di Kabupaten Klaten.

Sambutan Bupati Klaten yang dibacakan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Nugroho yang mewakili penutupan FKP antara lain seni ketoprak juga menjadi sarana untuk mencerdaskan siswa. Melalui seni ketoprak dapat menjadi pendidikan karakter para siswa. Karena itu Bupati Klaten Hj Sri Mulyani memberi apresiasi adanya FKP. (ksd)

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *