Sadranan Lestarikan Tradisi Jawa

Bulan Ruwah bagi orang Jawa menjadi bulan yang diistimewakan. Karena tradisi Jawa pada bulan Ruwah orang Jawa yang tinggal di wilayah eks Karesidenan Surakarta melakukan upacara ritual sadranan. Bulan Ruwah (Jawa) tahun 2015 ini dalam kalender Nasional jatuh di pertengahan Mei hingga pertengahan Juni.

Sebelum upacara ritual sadranan, pada malam sadranan diadakan doa yasinan dan malam tirakatan di makam. Pada malam tirakatan warga yang hadir dalam yasinan mendoakan agar arwah-arwah yang dimakamkan di pemakaman setempat diterima di sisi Tuhan.

Tradisi Sadranan ini juga dilakukan di Pemakaman Gondrian, Sabtu (13/6) sore. Makam Gondrian ini berada di Dukuh Jeronboto, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Tradisi Sadranan ini sudah berjalan sejak nenek moyang. Pada hari Sadranan keluarga yang mempunyai leluwur yang dimakamkan di Makam Gondrian datang di makam dengan membawa makanan untuk dibagikan pada anak-anak. Pada hari Sadranan juga dilambungkan doa-doa yang dipimpin oleh seorang modin.

Malam sebelum pelaksanaan hari Sadranan, warga yang tinggal di sekitar Makam Gondrian, ialah Dukuh Jeronboto, Dukuh Ngrahu, dan Dukuh Tanggul melakukan tirakatan dan doa Yasinan. Sekitar seratusan orang tua, baik bapak-bapak dan ibu-ibu dengan penuh rasa khusuk melambungkan doa-doa pada Tuhan. Dalam doa mereka mohon pengampunan pada Tuhan agar arwah-arwah keluarganya diampuni oleh Tuhan. Selesai yasinan warga meneruskan tirakatan.

Pada bulan Ruwah, hari-hari sebelum sadranan keluarga melakukan bersih-bersih di makam. Rerumputan yang tumbuh di sekitar batu nisan makam dibersihkan. Biasanya sesudah bersih-bersih makam kemudian kemudian nyekar dengan bunga mawar yang ditaruh di atas batu nisan makam keluarganya.

Ketua Panitia Sadranan Makam Gondrian Partoyo pada Klaten Direktori mengatakan tradisi sadranan akan terus lestarikan. Menurutnya, sadranan merupakan tradisi atau budaya yang adi luhung. Ini merupakan rasa hormat pada leluwur yang telah meninggal. Kebiasaan atau tradisi ini menurutnya merupakan hal positip yang mesti dilestarikan, dan diwariskan pada generasi muda.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *