Limbah Sampah Plastik Disulap Jadi Barang Ekonomi

BERITA KLATEN – Limbah-limbah  plastik yang sudah  disulap para penggiat bank sampah dijadikan barang-barang bernilai ekonomis. Hasil daur ulang sampah plastik dipamerkan dalam produk bank sampah di Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten, Jateng, Selasa s/d Kamis (13-15 Nov 2018).

Penyelenggara pameran produk bank sampah ini adalah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Klaten.  Bank sampah yang terlibat pameran produk bank sampah di tahun 2018 ini ada 50-an stand. Sampah-sampah yang sudah didaur ulang di bank sampah berubah wujud berupa tas, vas bunga, tempat asbak, dompet modis, dan sebagainya.

Dalam pembukaan pameran produk bank sampah dibuka oleh Bupati Klaten Hj Sri Mulyani. Ikut mendampingi Bupati Sri Mulyani adalah Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olah Raga Pantoro, Dispermades Jaka Purwanto, Plt Lingkungan Hidup Sutopo, dan pejabat lainnya. Tidak ketinggalan beberapa camat nampak hadir di RSPD Klaten.

Bupati Sri Mulyani dalam sambutannya antara lain mengatakan dalam penyelenggaraan pameran produk bank sampah merupakan salah satu upaya untuk mendidik para siswa memperhatikan kebersihan.  Dalam pameran produk bank sampah plastik ini siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah perfama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejujuran (SMK) diharapkan dapat hadir mengunjungi pameran produk bank sampah. Bupati Sri Mulyani menegaskan pendidikan kebersihan agar sejak kecil sudah dibiasakan budaya bersih. Ialah mulai sejak masuk PAUD dan taman kanak-kanak (TK). Sri Mulyani juga mengajak para guru agar peduli kebersihan,  pada para guru juga diharapkan agar memotivasi pada masyarakat peduli kebersihan. Sri Mulyani menargetkan tahun 2019  yang akan datang Kabupaten Klaten meraih Adipura.

Plt Kepala Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten Sutopo, pada wartawan mengungkapkan pada masyarakat pengelola bank sampah menciptakan lingkungan yang hijau. Untuk menciptakan lingkungan yang hijau perlu kreatifitas bagi para pengelola bank sampah. Menurut Sutopo sebaran tempat pengolahan sampah (TPS) ada 14 tempat. Antara lain Joho, Tlogo, Tambakan, Delanggu, dan lainnya.

Agar pameran produk bank sampah yang disulap jadi barang-barang yang bernilai ekonomis maka para siswa yang ingin melihat pameran dijadwal. Tujuannya agar siswa tidak berdesakan ketika mengunjungi untuk melihat pameran produk bank sampah tahun 2018. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *