Juara Umum FKP Ke-5 Tingkat SD Direbut SD Negeri 1 Bonyokan

BERITA KLATEN – Hasil penilaian dewan juri festival ketoprak pelajar (FKP) ke-5 tingkat sekolah dasar (SD) se Kabupaten Klaten, Jateng di SD Krista Gracia Klaten juara umumnya direbut oleh SD Negeri 1 Bonyokan, Jatinom, Minggu (13/10/2019) malam.

Setelah dilakukan sidang para dewan juri dengan penuh diskusi akhirnya dengan keputusan dewan juri nomor 041/FKPSD.V/IX/2019 memutuskan SD Negeri 1 Bonyokan, Kecamatan Jatinom sebagai juara umum FKP tingkat SD ke-5 tahun 2019 dengan akumulasi nilai  5.448, lakon Kwalat. SD Negeri 1 Bonyokan berhasil menyingkirkan sejumlah 18 sekolah dasar yang mengikuti festival ketoprak pelajar.  Jumlah peserta FKP ke-5 untuk tingkat SD tahun 2019 ada 19 sekolah dasar. Dewan juri ada 3 orang antara lain Heru Subagyo SSn, DR Srihadi SKar MHum, dan Drs Hanindawan.

Selanjutnya yang menduduki juara penyaji ke-2 adalah SD Negeri 1 Dompol , Kecamatan Kemalang nilai akumulasi 4.325, lakon Bhayangkara Majapahit, dan juara   penyaji terbaik ke-3 adalah SD Lazuardi Al-Falah Klaten Tengah nilai akumulasi 4.284 lakon Timun Mas. Kejuaraannya, selain juara umum dan juara penyaji, juga ada juara-juara lainnya. Antara lain juara dagelan, tata musik, pengrawit, tata kostum, tata stage artistik, penyaji favorit, pemeran putra dan putri, dan lainnya. Jadi cukup banyak kejuaraan yang diambil.

Penyerahan trophy piala dilakukan oleh Plt Kepala Dinas Budparpora Kabupaten Klaten Wahyu Prasetyo, Kasat Binmas Polres Klaten AKP Totok M, Komandan Rayon Militer Kapten Suparno, dan petugas lainnya. Sambutan suka cita penuh sorak-sorai dilakukan oleh sporter sekolah dasar yang mendapat juara.

Sebelum dibacakan kejuaraan FKP  tingkat SD ke-5 tahun 2019 ini, oleh satu dewan juri Hanindawan disampaikan evaluasi perihal mengenai peserta FKP. Evaluasi yang disampaikan antara lain tata masuk pemain jangan terbalik. Kalau keluar mestinya menuju ke kanan. Kemudian juga dievalusi mengenai bloking ialah jangan membelakangi penonton. Kemudian pemanfaatan penggunaan property untuk tata stage artistik yang tepat. Mestinya property akan menambah malah sebaliknya kalau tidak tepat pemanfaatannya. Misal adegan di pinggir  kali yang sudah nenggunakan multi media tidak perlu ada gapura. FKP untuk SD perlu edukasi dasar.  Tak perlu melakonkan penokohan tokoh dewasa pada anak-anak yang belum usia dewasa. Ini dikwatirkan mau uri-uri seni budaya ketoprak pada anak-anak malah jadi masalah untuk uri-uri ketiprak. “Ini menjadi perhatian pada para pembina ketoprak,”ujar Hanindawan.

Diungkapkan oleh dewan juri tersebut bahwa untuk FKP tingkat SD tahun ini ada kemajuan pesat. Penampilan cukup ketat sehingga dalam evaluasi ini dewan juri cukup alot untuk menentukan evaluasi dan kejuaraan FKP ini. Pesannya para pembina agar perhatian dalam memilih lakon, sanggit garab, penguasaan ruang panggung dengan property agar pas.

FKP tingkat SD ke-5  semalam ditutup oleh Wahyu Prasetyo mewakili Bupati Klaten Hj Sri Mulyani. Sambutan Bupati Hj Sri Mulyani  yang dibacakan oleh Wahyu Prasetyo antara lain pesan agar bagi peserta festival ketoprak yang belum menang tidak usah kecil hatii. Tahun depan masih ada kesempatan. Bagi yang menang tidak perlu sombong. Usahakan dengan FKP yang didukung  Amigo peduli Klaten menjadi kota ketoprak. Tahun demi tahun seni ketoprak di Klaten makin maju.(ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *