Plt Camat Jogonalan Monev Desa Ngering & Sumyang

BERITA KLATEN-Pelaksana tugas (Plt) Camat Jogonalan Ari Prasetyowati bersama dua orang kasi melakukan monitoring dan evaluasi di Desa Ngering dan Desa Sumyang, Wilayah Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (14/12/2017).

Hasil monitoring dan evaluasi (Monev) di Desa Ngering dan Desa Sumyang,  menurut Kasi Tata Pemerintahan (Tapem) Kecamatan Jogonalan Regina,  untuk Desa Ngering  kucuran dana aspirasi membantu kegiatan keagamaan sudah dicairkan untuk beli alat ibadah di 5 lingkungan umat Katolik. Namun untuk surat pertanggungan jawab (Spj) belum dibuat. Regina mengungkapkan agar Spj segera dibuat.

Kemudian monev di Desa Sumyang bantuan tahap 1 untuk kebutuhan alat ibadah sudah dikucurkan  untuk 4 lingkungan, dan untuk pengadaan seragam. Desa Sumyang juga ada ploting anggaran dana desa untuk pembangunan talud Sungai Ujung yang besarnya Rp 120.000.000,- untuk tahap 2 belum cair, namun sudah ada di rekening Desa Sumyang.

Kepala Desa Sumyang Teguh Setiyawan seusai dilakukan monev, menjawab pertanyaan Berita Klaten mengenai dana desa yang sudah digunakan, ia  antara lain mengatakan untuk pembangunan jembatan dan pembangunan gedung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumyang.  BUMDes Sumyang diberi Tersenyum. Usaha  yang akan dilakukan adalah simpan pinjam. Untuk program tahun 2018 menurut Kades Sumyang Teguh Setiyawan akan memasang penerangan jalan di barat desa dan di Dukuk Kerten.

Kepala Desa Ngering N Rahmanto ketika dikonfirmasi di kantornya mengenai belum membuat LPJ untuk bantuan aspirasi yang dikucurkan ia membenarkan mengenai belum dibuat LPJ. Ia mengatakan bantuan dari dana aspirasi yang belum dibuat adalah bantuan untuk perlengkapan ibadah. N Rahmanto akan segera minta LPJ pada pengurus lingkungan umat Katolik yang telah menerima bantuan untuk kebutuhan alat ibadah.

N Rahmanto dalam kesempatan ditemui Berita Klaten juga mengungkapkan mengenai dana desa tahap 1 yang sudah digunakan untuk membangun beberapa kios. Kios-kios tersebut nantinya untuk kuliner. Pengelolaannya secara lelang setiap tahun untuk memudahkan penghitungan pendapatan asli desa atau PAD. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *