Pilkades Pasung Diwarnai Pakaian Unik

BERITA KLATEN – Gelaran Pemilihan Kepala  Desa (Pilkades)  Pasung, di Kecamatan Wedi,  Kabupaten Klaten , Jawa Tengah para panitia mengenakan pakaian adat Jawa, dan para among tamu mengenakan kostum punokawan, dan tokoh wayang lainnya, Rabu (13/3/2019) kemarin.

Uniknya lagi, calon kepada desa (cakades) Pasung adalah pasangan suami isteri yang bernama Sumarsono dan Atik Sulistriningsih. Hal ini terjadi karena warga masyarakat Desa Pasung tidak ada yang mendaftarkan maju cakades untuk menandingi Sumarsono “Ambon”. Karena tidak ada yang menandingi, maka Sumarsono minta istrinya untuk mendaftar maju cakades Pasung.

Beberapa orang warga masyarakat Pasung yang tidak mau disebut jati dirinya pada Berita Klaten mengatakan, warga Pasung tidak ada yang berani menandingi Ambon. Karena masyarakat Pasung tidak ada yang dapat mengalahkan cakades Sumarsono “Ambon” yang petahana Kades Pasung. Warga masyarakat Desa Pasung banyak yang mengatakan Sumarsono “Ambon” berhasil memajukan pembangunan Desa Pasung.

Pada pelaksanaan Pilkades Pasung panitia Pilkades yang mengenakan pakaian tradisi Jawa (kejawen) menjadi perhatian warga masyarakat. Kemudian bagi yang tugas among tamu mengenakan pakaian tokoh pewayangan. Aouraang mengenakan tokoh Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, serta ada yang tokoh wayang perempuan. Ini menjadi perhatian bagi banyak orang. Pelaksanaan Pilkades di Desa Pasung berjalan lancar hingga pada waktu penghitungan suara.

Dari hasil penghitungan surat, Sumarsono “Ambon” nomor urut 1 mendapat 1344 suara, dan Atik Sulistriningsih dapat dukungan 356 suara. Menurut Sumarsono, para kader tim penggerak PKK kompak memilih isterinya. Dikatakan juga daftar pemilih untuk Desa Pasung ada 2770. Pada hari Pilkades yang hadir memilih ada 1850 orang. Suara tidak sah ada 17 lembar. Selesai pengesahan penghitungan suara Sumarsono bersama isterinya Atik Sulistriningsih pulang dari Balai Desa Pasung jalan kaki diarak warga masyarakat Pasung.

Sumarsono “Ambon” ditemui di rumahnya, Kamis (14/3/2019) sore mengatakan akan melanjutkan program kerja yang sudah dirintisnya. Untuk ke depan mengembangkan agro wisata. Sepanjang desa Pasung akan dikembangkan menjadi agro wisata.  Sumarsono “Ambon” yang mempunyai 3 putra, 2 putrinya yang kembar kelas 12 SMA,  dan putra satunya laki masih duduk di paud memprogramkan Desa Pasung menjadi desa wisata yang dapat mensejahterakan warga masyarakat Desa Pasung. Para petani diusahakan dapat mengembangkan usaha taninya. Sumarsono “Ambon” yang dulunya pernah sebagai perangkat Desa Pasung menegaskan dalam pereode ini akan melanjutkan program yang sudah dirintisnya untuk membangun Desa Pasung. (ksd)

 

 

 

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *