Momentum MPLS, Siswa SMP Negeri 1 Jogonalan Dilatih Buat Ecobrick

BERITA KLATEN – Problem sampah plastik di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Jogonalan  akan teratasi dengan dirubah menjadi ecobrick. Momentum MPLS semua siswa SMP Negeri 1 Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah dilatih buat ecobrick, Rabu (17/7/2019).

Kepala SMP Negeri 1 Jogonalan Endah Sulistyowati pada wartawan mengungkapkan alasan perlu melatih semua siswa dari kelas 7, 8,.dan 9 dilatih membuat ecobrick karena di SMP Negeri 1 Jogonalan masih ditemukan berserakan di depan kelas tas plastik, kantong saset makanan kecil. Alasan inilah maka semua siswa dalam momentum masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dilatih untuk buat ecobrick. Tindak selanjutnya, para siswa khususnya kelas 8 dan 9 disuruh membawa botol plastik ukuran 1 liter. Srdangkan siswa kelas 7 akan dibagikan botol plastik dari pengumpulan waktu pendaftaran peserta didik baru (PPDB).

Botol-botol plastik yang dibawa siswa akan diisi sampah tas kresek (plastik), dan bungkus jajanan makanan  nantinya dimasukkan pada botol plaatik, nantinya untuk buat ecobrick. “Ini program SMP Negeri 1 Jogonalan dalam.puasa plastik untuk memecahkan masalah sampah plastik,”tutur Endah Sulistyowati.

Endah Sulistyowati menjawab pertanyaan wartawan mengenai momentum MPLS mengumpulkan botol waktu PPDB dan melatih membuat ecobrick, ia mengatakan nantinya untuk membuat pagar taman yang ada di SMP Negeri 1 Jogonalan.

Untuk melatih siswa membuat ecobrick, Endah mengundang pegiat Lembaga  Study dan Data Mandiri (LESTARI) Yogyakarta Agus Hartono. Mengawali melatih para siswa kelas 7 membuat ecobrick, Agus Hartono mengajukan pertanyaan pada siswa, apa itu sampah? Beberapa siswa menjawab bermacam-macam jawaban. Antara lain menjawab  sampah merupakan kotoran, sisa dolanan, potongan-potongan barang, dan jawaban lainnya.  Selanjutnya Agus Hartono mengatakan menurut Undang-undang sampah plastik nomor 18 tahun 2008 sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan proses berbentuk padat.

 

Ia menegaskan agar sampah mesti dipisah-pisahkan antara lain layak kreasi, kertas, logam kaca, plastik, kompos, dan lainnya. Kemudian untuk membuat ecobrick, sampah-sampah bekas bungkus makanan jajanan, maupun kantong kresek mesti dicuci dan dibersihkan. Dalam kondisi kering sampah plastik dimasukkan kedalam botol plastik sampai penuh dipadetkan. Indikasi ecobrick sudah jadi kalau sudah padet. Diinjak-injak tidak peot, tapi tetap keras padet.

Dalam MPLS materi yang diberikan pada siswa antara lain tata tertib dan tata krama, pengenalan sekolah atau wiyata mandala, kesadaran bela negara dan pendidikan karakter, kurikulum 13 dan belajar efektif, sekolah sungai atau goes to river, sekolah sehat, dan adi wiyata dan sejuta anggrek, juga ada bersih-bersih lingkungan, ada pentas barongsay.(ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *