Korban Kecopetan Perayaan Joqowiyyu Lapor Polisi

BERITA KLATEN-Perayaan tradisional Joqowiyyu di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (18/10/2019) masih ada pengunjung yang kecopetan. Tiga orang korban oleh aksi copet melapor ke Mapolsek Jatinom usai menyaksikan perayaan tradisi sebar apem.

Tiga orang yang menjadi korban aksi copet adalah dua remaja putri yang tinggal  kehilangan hand phone (telepon genggam) dan seorang pria dewasa kehilangan dompet beserta isinya berupa surat-surat penting dan uang tunai sejumlah kurang lebih Rp600-an ribu. Pengakuan dua orang remaja putri Lisa Oktviana dan Sania Priandini  yang tinggal di Kecamatan Jatinom kehilangan hand phonenya. Waktu itu ditaruh di dalam tas cangklongnya. Dua hand phone milik Lisa dan Sania dimasukkan dalam satu tas cangklong warna abu-abu. Kemudian tas warna abu-abu itu diduga diblerek oleh copet menggunakan pisau katter. Setelah tas berhasil diblerek kemudian dugaannya pencopet mengambil 2 unit handphone. Telepon genggam (hand phone) milik 2 orang remaja yang masih duduk di kelas 10  Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jatinom ini merk  Siomi Repmi OA dan merk OPPO A37.

Kemudian seorang pria berinisial JRT, warga dari Juwiring, Klaten pengakuannya dompet yang ditaruh di saku celana bagian belakang terasa hilang setelah ia menuruni setelah anak tangga nomor 1. Setelah melapor pada petugas Polsek Jatinom JRT mengatakan surat-surat yang ada di dalam dompet antara lain KTP, SIM C,  SIM B1, ATM BRI, STNK, dan kartu BPJS, serta uang tunai sejumlah kurang lebih Rp600 ribu.

Ketika dua anak remaja putri yang didampingi teman-temannya melapor pada petugas di Polsek Jatinom nampak sedih dan menangis. Pengakuan Lisa karena di dalam hand phonenya ada data-data penting materi untuk lomba Bahasa Indonesia. Tidak berbeda, JRT yang kehilangan dompet beserta isinya nampak sedih dan lunglai.

Oleh petugas Polsek Jatinom, JRT dibuat surat pelaporan kehilangan yang dapat untuk mengurus pada kantor terkait. Oleh petugas laporan kecopetan akan ditindak lanjuti dengan penyelidikan. Harapan JRT korban aksi pencopet surat-surat  penting dikembalikan. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *