Masuk AUTP Petani Dapat Bantuan 80%

KLATEN (BK). Bagi petani padi yang ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) mendapat  subsidi 80% untuk bayar premi. Total premi yang  mesti dibayar  sebesar Rp180.000,-  untuk  1 hektar sawah, maka petani padi cukup membayar Rp 34.000,-

Demikian diungkapkan Widiyanti  selaku  Koordinator Kelompok  Jabatan Fungsional Penyuluh  Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ketika  ditemui di kantornya, Selasa (15/12).  Lebih lanjut  Widiyanti menuturkan harga  pertanggungan sama dengan luas lahan kali Rp 6.000.000,-. Kemudian premi  yang dibayar petani sebesar 20%, dan pemerintah membayar sebesar 80%.

Widiyanti juga mengilustrasikan, untuk tiap 1 hektar sawah premi dibayar Rp 180.000,- maka petani membayar premi per hektar sebesar Rp36.000,-   dan pemerintah  membayar premi sebesar Rp144.000,-.  Jangka waktu pertanggungan  dimulai dari perkiraan musim tanam atau pelaksanaan tanam padi yang benar-benar dilakukan dan berakhir pada musim panen.

Untuk masuk mengikuti AUTP adalah  1.Calon peserta diketahui oleh Dinas Pertanian setempat, dalam hal ini Dinas Petanian Kabupaten  Klaten. Ini dibuktikan petani yang memiliki lahan dan melakukan usaha budi daya tanaman pangan pada lahan paling luas 2 hektar. Petani  penggarap yang tidak memiliki  lahan usaha tani dan menggarap paling luas 2 hektar. 2. Petani padi  sawah yang bergabung  dalam kelompok tani aktif  dikuatkan dengan  adanya nomor rekening kelompok tani, dan ada pengurus kelompok tani  lengkap. 3.Petani bersedia mengikuti anjuran teknis sesuai rekomendasi  pengelolaan usaha tani setempat. 4.Lokasi  berada dalam hamparan padi sawah dengan irigasi, prioritas wilayah sentra produksi padi  dan wilayah penyelenggaraan  UPSUS padi. 5.Lokasi terletak dalam satu hamparan dalam satu kecamatan atau satu wilayah irigasi sekunder.

Petani yang masuk  anggota AUTP  akan mendapat jaminan bila mengalami kerusakan fisik dan / atau  kerugian  tanaman padi yang dipertanggungkan secara  langsung disebabkan oleh banjir, kekeringan, dan organisme pengganggu tumbuhan  (OPT). Yang masuk OPT antara lain: 1.Hama tanaman penggerek batang, wereng coklat, walang sangit, tikus, keong mas, dan ulat grayak. 2.Penyakit tanaman tetapi blast, bercak coklat, tungro,  busuk batang, kerdil rumput/kerdil kuning, kresek, dan kerdil hampa.

Tidak menjamin kerusakan fisik dan/atau kerugian pada tanaman padi yang  dipertanggungkan secara langsung atau tidak langsung disebabkan oleh hama wereng hijau, kepiding tanah, ganjur, hama putih palsu, hama putih, ulat tanduk hijau, ulat jengkal palsu hijau, orong-orong, lalat bibit, burung, bakteri hawar daun, bakteri daun bergaris, hawar pelepah daun, busuk batang, busuk pelepah daun bendera, bercak ceroospora, dan hawar daun jingga.

Polis AUTP ini diterbitkan oleh PT Asuransi Jasindo dan telah mendapat  pengesahan sesuai surat OJK nomor S-5427/ NB.111/2015 tanggal  08.10.2015. Menurut Widiyanti di Kabupaten Klaten sampai bulan Nopember  tanah  seluas  6230 hektar  peserta AUTP kurang lebih sejumlah 30.000 orang. Untuk pembayaran premi petani yang masuk Jasindo di Bank BRI. (ksd)

 

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *