Polres Klaten Melakukan Patroli Dialogis Di Rumah Ibadah

BERITA KLATEN – Setelah terjadi penyerangan pada Romo Prier dan beberapa orang umat Katolik yang sedang mengikuti Misa di Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog, Sleman, DIY,  Minggu (11/2/2018) lalu, Kepala Kepolisian Resort Klaten AKBP Yuli Agung Pramono memerintahkan jajarannya untuk melakukan patroli dialogis di gereja-gereja maupun tempat ibadah lainnya.

Perihal patroli dialogis di gereja-gereja dan pura-pura di Kabupaten Klaten diungkapkan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Klaten AKBP Yuli Agumg Pramono pada para wartawan seusai menghadiri sosialisasi pengucuran dana pada desa APBD tahun 2018 di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (22/2/2018) kemarin.  Dituturkan Kapolres Yuli Agung Pramono yang dimaksudkan patroli dialogis adalah ketika melakukan patroli di gereja-gereja dan juga di pura-pura kemudian anggota polisi menyapa dan wawancara dengan pengurus gereja maupun pengurus pura. Dalam wawancara anggota Polsek dapat menanyakan apa ada permasalahan atau persoalan. Bila ada permasalahan apa saja.

Dalam patroli dialogis dapat dilakukan bersama dengan Koramil maupun Babinsa dilaksanakan secara sinergis. Kemudian dalam patroli bisa secara bersinggungan antar Polsek yang berdekatan. Pada waktu melakukan patroli dapat bertemu di tempat perbatasan yang bersinergis. Misalnya Polsek Jogonalan dengan Polsek Prambanan, dan juga Polsek Jogonalan dengan perkotaan. Polsek Prambanan Kabupaten Klaten dengan Polsek Prambanan Kabupaten Sleman perlu bersinergi dengan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang bersinggungan perbatasan dengan Polda Jawa Tengah.

Yuli Agung Pramono juga menghimbau pada masyarakat Klaten agar menjaga kedamaian dan menerima keberagaman dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Masyarakat Klaten agar mempunyai rasa toleransi dan jangan mudah dipecah belah karena keyakinan yang berbeda. Karena NKRI menjunjung tinggi keberagaman. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *