Pilkades Di Klaten Dikaterogikan Ada 2 Type Kerawanan

BERITA KLATEN-Kapolres Klaten AKBP Muh Darwis mengaterogikan pemilihan kepala desa (pilkades)  serentak sebanyak 48 desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ada 2 tipe kerawan. Maka anggota Polri yang ditugasi pengamanan di desa-desa yang melaksanakan pilkades melakukan pengamatan secara mendalam.

Demikian diungkapkan Muh Darwis dalam memimpin apel penggeseran pasukan pengamanan pilkades di halaman Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Klaten, Selasa (25/7/2017) pagi tadi. Lebih lanjut Muh Darwis menuturkan, kategori 2 tipe kerawanan ialah tipe A dan tipe B. Untuk tipe A di tempat pemungutan suara akan ditempatkan 1 orang perwira polisi dengan anggota sebanyak 15 personel polisi. Sedangkan untuk tipe B di tempat pemungutan suara di ploting  1 orang perwira polisi dan sebanyak 8 orang anggota polisi.

Menurut Muh Darwis yang diindikasikan ada kerawanan berdasarkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT), jumlah calon kepala desa cukup banyak, dan desa yang kriminalitasnya cukup tinggi. Tentunya desa yang kategori kerawanan masuk tipe A perlu perhatian serius. Karena itu para personil polisi yang ditugaskan pengamanan pilkades segera melakukan pengamatan dan orientasi mendalami kondisi desa. Semua desa yang menyelenggarakan pilkades mesti dianggap ada kerawanan. Informasi yang diarahkan oleh Kapolsek agar terus didalami di lapangan. Kapolres Muh Darwis  menegaskan perlu dicermati di masing-masing desa yang menyelenggarakan pilkades antara lain siapa calon kepala desa, siapa saudaranya, siapa tim suksesnya, berapa modalnya, dan lainnya yang sekiranya bisa menimbulkan potensi mengganggu keamanan.

Pada wartawan Kapolres Klaten AKBP Muh Darwis mengatakan wilayah kecamatan yang dianalisa ada kerawanan adalah Kecamatan Pedan, Jogonalan, dan Trucuk. Bantuan keamanan dari pasukan Brimob akan ditempatkan Pedan, Wonosari, dan Jogonalan. Kemudian tim garuda masing-masing satuan ada 15 personel yang ditempatkan di Prambanan dan daerah kota. Untuk peronel Polres Klaten ada 700-an yang ditugaskan pengamanan pilkades. Selain personel masih diturunkan anggota yang di masing-masing Polsek, dan BKO Polsek. Juga dibantu dari linmas sekitar 1.408 personel linmas. Muh Darwis juga meminta untuk alat komunikasi masing-masing desa harus ada handy talky (HT). Tujuannya untuk memantau yang terjadi di desa selama pilkades. Selama pra pilkades hingga paska pilkades agar dicermati.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai sinyalemen adanya penjudi (botoh) dari luar Klaten yang mungkin dapat menimbulkan gangguan Muh Darwis sudah mengantisipasi. Anggotanya akan melakukan penyelidikan. Bila ada indikasi judi dan ditemukan barang bukti judi berupa HP, uang, dan lainnya maka akan ditangkap dan dikenai pasal 303. Harapan Muh Darwis pelaksanaan pilkades lancar. “Sukses dan tanpa ekses. Sing menang menang ora umuk, sing kalah ora ngamuk,”ujar Muh Darwis. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *