Kirap Gunungan Apem Diikuti Ribuan Orang

BERITA KLATEN – Kirab gunungan apem dalam perayaan tradisional Yaa Qowiyyu di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah diikuti ribuan orang, Kamis (25/10/2018) sore tadi.

Kirab gunungan apem diberangkatkan dari halaman Kantor Camat Jatinom menuju Masjid Alit di Klampeyan. Kirab gunungan apem sebanyak 2 gunungan berjalan kurang lebih sejauh 1,5 km. Untuk memeriahkan suasana kirab gunungan apem dalam merayakan adat tradisional Yaa Qowiyyu diawali Paskibraka SMA Negeri Jatinom. Kemudian dilanjutkan kelompok pelajar.  Di belakang kelompok pelajar kemudian dua gunungan apem. Selanjutnya ada pasukan pokoso, dan prajurit kraton. Para pejabat Muspika Jatinom, pejabat Pemkab Klaten, organisasi para ibu-ibu, kelompok mbak dan emas, beberapa perguruan bela diri, dan organisasi lainnya.

Dalam kirab gunungan apem,  semua berjalan kaki. Camat Jatinom Sip Anwar, dan pejabat lainnya, para kepala desa, dan para panitia perayaan tradisional Yaa Qowiyyu mengenakan pakaian jawa gaya Solo. Pejabat Pemkab Klaten nampak hadir Assisten Bupati Klaten  Ronny Roekmito beserta isteri.

Sesampainya di Masjid Alit yang konon dibangun oleh Ki Agemg Gribig 2 gunungan apem diserahkan oleh Camat Jatinom Sip Anwar pada Taksmir Masjid Alit Haji Muh Adnan. Kemudian 2 gunungan apem beserta ubo rampe dileremkan di Masjid Agung. Menurut salah seorang warga Jatinom, malam ini ada tirakatan dan diisi pengajian.

Tradisi perayaan Yaa Qowiyyu selalu diadakan sebaran apem setelah sholat Jumat (26/10/2018).  Apem-apem yang disebarkan adalah apem yang dikumpulkan dari warga Jatinom. Jumlah apem yang disebarkan pada pengunjung di Sendang Klampeyan diperkirakan  mencapai sekitar 5 ribuan.

Setiap kirab gunungan apem juga diikuti kesenian ondel-ondel, drumband, juga seni lainnya. Karena itu banyak penonton menyemut di sepanjang jalan utama kota Kecamatan Jatinom. Penonton nampak berjubel di pinggiran toko yang ada di jalan utama Jatinom.

Untuk menjaga keamanan jalannya kirab gunungan apem, selain Polri dan TNI, juga melibatkan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), ORARI, BANSER, dan SENKOM. Sampai selesai prosesi kirab gunungan apem berjalan lancar. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *