Warga Tidak Boleh Nyoblos, Buat Kisruh

Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah terjadi kisruh. Warga yang datang karena terlambat tidak boleh nyoblos terus membuat kisruh. Terjadilah tindakan anarkis, warga pengacau meminta Pilkada dibatalkan dan KPU dibubarkan.

Itulah setting skenario simulasi latihan penanggulangan anarkis dalam rangka menghadapi situasi kontijensi dalam operasi mantab praja 2015 yang diadakan di komplek Mapolres Klaten, Rabu (26/8) siang. Simulasi tersebut dilaksanakan setelah selesai dilakukan apel gelar pasukan pengamanan Pilkada di halaman Mapolres Klaten.

Kronologi simulasi penanggulangan anarkis tersebut awalnya dilakukan brifing yang diikuti anggota Polri di Mapolres Klaten. Setelah dilakukan brifing anggota Polri kemudian mengadakan giat patroli. Masing-masing satuan melakukan giat sesuai dengan bidangnya. Bagian lalu lintas menangani adanya kecelakaan lalu lintas (laka lantas), bagian Binmas mengadakan penyuluhan bagi warga masyarakat, bagian Satserse dan Humas melakukan konferensi pers. Dalam konferensi pers melibatkan para wartawan.

Sekenario awal terjadinya kisruh setelah pelaksanaan pencoblosan dalam pilkada. Kelompok orang yang terlambat datang dan tidak boleh melakukan pencoblosan lalu protes pada panitia pemungutan suara. Protes sampai ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten. Ketika kelompok warga yang protes di KPU juga tidak berhasil, lalu warga yang protes melakukan tindak anarkis. Sehingga polisi yang menjaga keamanan mendapat serangan amukan dari warga yang beringas.

Untuk menanggulangi situasi kontijensi dilakukan secara bertahap. Untuk negosiasi melibatkan polisi wanita (Polwan) sebagai negosiator. Dan akhirnya melibatkan satuan Brimob, dan menggunakan water cannon untuk membubarkan warga yang melakukan tindakan anarkis.

Itulah gambaran penanganan penanggulangan anarkis dalam Pilkada yang disimulasikan oleh Polres Klaten. Pelaku simulasi ini melibatkan anggota Polri di Polres Klaten, dan juga melibatkan sebagian warga masyarakat. Para perwira pertama terlibat dalam simulasi. Pangkat AKP ada yang menjadi warga yang ikut protes dan melakukan tuntutan agar KPU dibubarkan. Suasana seolah terjadi sungguhan.

Simulasi latihan penanggulangan anarkis dalam rangka menghadapi situasi kontijensi operasi mantap praja 2015 disaksikan oleh Bupati Klaten Sunarna, Dandim Klaten Thomas Heru, Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo, perwakilan Kejaksaan Negeri Klaten, beberapa orang pejabat di Pemkab Klaten, dan lainnya. Banyak warga Klaten juga ikut menyaksikan simulasi latihan penanggulangan bila terjadi situsi kontijensi. Langgeng Purnomo menjawab pertanyaan wartawan mengenai jumlah polri yang diterjunkan untuk pengamanan pilkada ia mengatakan ada sekitar 800-an personil yang dilibatkan. Untuk bantuan pasukan brimob nantinya akan dikirim 2 pleton.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *