Ribuan Orang Berebut Apem Yang Disebarkan

BERITA KLATEN – Puncak perayaan tradisionil Yaa Qowiyyu di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah adalah sebaran apem di lokasi  Sendang Klampeyan, dekat Masjid Agung Jatinom, Jumat (26/10/2018). Ada ribuan orang yang mengikuti sebaran apem.

Sebaran apem dalam perayaan tradisionil Yaa Qowiyyu dilaksanakan setelah selesai Sholat Jumat di Masjid  Agung Jatinom. Bertindak sebagai Kotib Sholat Jumat adalah Yasin dari Kantor Kemenag  Kabupaten Klaten. Begitu selesai Sholat Jumat dilanjutkan prosesi arakan gunungan apem menuju Balkon Sendang Klampeyan. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan pejabat lainnya nampsk ikut prosesi arakan gunungan apem. Bupati Klaten Hj Sri Mulyani tidak mengikuti Sholat Jumat setelah melakukan ramah tamah dengan Airlangga Hartarto serta Gubernur Ganjar Pranowo.

Setelah dilakukan doa dan upacara seperlunya kemudian dilakukan menyebar apem dengan melemparkan apem-apem yang sudah disiapkan.  Orang-orang yang datang di Sendang Klampeyan berebut apem-apem yang disebarkan dari menara yang tingginya kurang lebih 15 meter. Bagi orang-orang pengunjung yang mengikuti sebaran apem cukup mengasyikkan.

Menurut beberapa orang yang termasuk panitia perayaan tradisionil Yaa Qowiyyu apem yang disebarkan pada pengunjung kurang lebih mencapai seberat 7 ton atau sekitar 12.000-an apem. Apem yang disebarkan dikumpulkan dari warga Jatinom.

Setiap merayakan tradisionil Yaa Qowiyyu pengunjung cukup banyak. Suasana di Sendang Klampeyan berjejalan. Apalagi di tangga, banyak pengunjung yang turun tangga berjejalan. Hal ini bisa membahayakan bagi pengunjung yang mengajak anak kecil.

Untuk menjaga keamanan pelaksanaan perayaan tradisionil Yaa Qowiyyu melibatkan TNI dan Polri,  dibantu juga dari BANSER, Satpol PP, dan Pramuka. Kemudian untuk kebutuhan komunikasi melibatkan Rasio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), ORARI, dan SENKOM.

Momentum perayaan tradisionil Yaa Qowiyyu setiap tahun dapat menggerakkan perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar Masjid Agung Jatinom. Karena dengan menyediakan jasa penitipan sepeda motor, dan menjual apem yang dimasaknya dapat mendatangkan penghasilan. Termasuk juga bagi orang yang kurang beruntung juga kesempatan untuk meraup rejeki pemberian dari orang.

Pantauan Berita Klaten, sejak tadi pagi sekitar pukul 08.00 Bupati Hj Sri Mulyani dan para pejabat Pemkab Klaten, termasuk para camat se Kabupaten Klaten, para tokoh masyarakat di Kecamatan Jatinom, dan tamu lainnya berkumpul di halaman Kantor Kecamatan Jatinom. Pada kesempatan ini Camat Jatinom Sip Anwar menyampaikan sejarah Kyai Ageng Gribig yang datang dan tinggal di Jatinom dan membangun masjid. Selesai seremonial kemudian menuju ke Masjid Agung Jatinom.

Pada perayaan tradisionil Yaa Qowiyyu, ada beberapa orang mengungkapkan terminologi kegiatan akan  lebih pas bukan disebut sebagai sebaran apem tetapi dengan istilah pembagian atau “diparingi” apem. Sehingga pengunjung perayaan tradisionil Yaa Qowiyyu tidak akan rayahan apem, tetapi akan menerima pembagian atau paringan apem. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *