UN On-Line Masih Verifikasi

Wacana adanya UN On Line SMP di Klaten masih dalam verifikasi. Apalagi acuan petunjuk operasional (POS) belum ada. Namun Kepala SMP Negeri 1 Delanggu Agus Ristanto mengatakan siap UN On Line ketika dihubungi Klaten Direktori lewat posel, Kamis (26/2) petang.

Lebih lanjut, ia menjawab pertanyaan Klaten Direktori mengenai kesiapan sarana komputer dan para siswa yang akan ujian, Agus Ristanto mengatakan Insya Allah sudah siap. Menurutnya jumlah komputer di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Delanggu ada 50 unit. Ia menegaskan kondisi komputer di SMP Negeri 1 Delanggu dalam kondisi ready (siap pakai).

Dikatakan juga para siswa kelas 9 (3 SMP) jumlahnya ada 165 siswa yang akan menempuh ujian nasional on line belum diadakan latihan. Menurutnya, apalagi sekarang sedang dilakukan verifikasi. Dari pembicaraan Agus Ristanto ketika dihubungi Klaten Direktori nampak optimis siswa SMP Negeri 1 Delanggu dapat mengerjakan ujian nasional (UN) secara on line.

Kasi SMP Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Ramelan, pada Klaten Direktori mengatakan untuk UN on line SMP belum ada petunjuk pelaksanaan (juklak) atau POS-nya, di kantornya, Selasa (24/2) lalu. Lebih lanjut Ramelan mengatakan, untuk Kabupaten Klaten ada dua SMP yang ikut UN on line, ialah SMP Negeri 2 Klaten jumlah siswa kelas 9 ada 174 siswa, dan SMP Negeri 1 Delanggu peserta UN on line ada 165 siswa.

Menurutnya, sekolah di Kabupaten Klaten yang akan melaksanakan UN on line sekarang masih dalam proses verifikasi. Tentunya, kalau juklak atau POS sudah turun, sekolah akan melakukan latihan mengerjakan UN on line. POS akan dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Sehubungan dengan UN on line SMP, jadwal ujian tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 4 s/d 8 Mei. Diharapkan dalam menghadapi UN on line itu semua ready. Baik siswa, guru, dan sarana komputer. Informasi yang muncul lewat media, bahwa UN on line tidak terhubung dengan jaringan internet. Jadi hanya dilayani server lokal di kelas (Kompas, 26 Februari 2015, hal 11).



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *