Sri Mulyani Mengunjungi Korban Banjir Di Brangkal

BERITA KLATEN-Hj Sri Mulyani yang sudah dilantik sebagai Bupati Klaten, Senin (27/11/2017) lalu,  mengunjungi warga Desa Pacing, Kecamatan Wedi yang mengalami korban banjir yang ditampung di Balai Desa Brangkal, Rabu (29/11/2017) pagi tadi.

Hj Sri Mulyani yang disertai para pejabat Pemkab Klaten datang mengunjungi para korban banjir sebagai wujud kepeduliannya. Sri Mulyani begitu tiba di Balai Desa Brangkal, Kecamatan Wedi, Klaten, Jawa Tengah langsung disambut Camat Wedi Kukuh Riyadi dan pejabat Muspika Wedi. Ikut rombongan Bupati Klaten Hj Sri Mulyani antara lain Sekretaris Daerah Jaka Sawaldi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tajudin Akbar, Kepala Dinas Pertanian Wahyu P, Kepala Dinas Pendidikan Pantoro, Assisten Bupati Edy Hartono, Staf Ahli dr Roekmito, Kepala Satpol PP Sugeng H, Kepala BPBD Kabupaten Klaten Bambang Giyanto, dan para pejabat lainnya.

Begitu sampai di Balai Desa Brangkal Sri Mulyani langsung menemui para pengungsi yang di tampung di ruangan gedung pertemuan Desa Brangkal. Sri Mulyani melakukan dialog dengan para pengungsi. Sri Mulyani meminta para pengungsi agar tabah dan sabar dalam menghadapi bencana banjir. Ketika Sri Mulyani menanyakan mengenai tanggul sungai Dengkeng yang bedah, beberapa orang pengungsi mengatakan tanggul yang bedah di sapit urang. Karena itu Sri Mulyani meminta dinas terkait agar memperbaiki tanggul yang bedah di Sapit Urang. Sebagai wujud kepeduliannya pada pengungsi Sri Mulyani menyerahkan bantuan berupa tikar, bahan makanan, dan juga sempat memberi uang pada para pengunsi untuk keperluan pribadi.

Selain itu, Kepala BPBD Kabupaten Klaten Bambang Giyanto juga menyerahkan pada bahan makan berupa beras, lauk pauk, dan lainnya. Menurut Bambang Giyanto, Dinas Sosial Klaten juga menyerahkan bantuan berupa beras.

Terkait akibat bencana banjir, Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Kaligayam Maryadi memulangkan siswanya pada pagi hari.  Menurut Maryadi siswa dipulangkan pada pagi hari karena guru-gurunya rumahnya di daerah utara Desa Pacing. Sehingga mau datang ke SD Negeri 1 Kaligayam terhalang oleh air yang menggenangi Desa Pacing. Sehingga, lanjut Maryadi beberapa guru tidak bisa datang ke sekolah. Karena itu Maryadi memutuskan para siswa dipulangkan pagi hari. Kemudian para siswa agar belajar di rumah. Menurut Maryadi, hal itu sudah dilaporkan pada dinas pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Pantoro, di sela-sela ikut rombongan Bupati Klaten mengunjungi korban banjir menanggapi mengenai SD Negeri 1 Kaligayam yang dipulangkan pagi karena beberapa guru terhalang banjir untuk datang ke SD Negeri 1 Kaligayam mengatakan itu fakultatif karena kondisi. Ia juga mengatakan guru yang bisa datang di sekolah tersebut bisa mendampingi para siswa di sekolah. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *