Halal Bi Halal Komunitas Peduli Sungai Klaten Diakhiri Sebar Benih Ikan Nila

BERITA KLATEN-Kegiatan halal bi halal Komunitas Peduli Sungai Kabupaten Klaten di lokasi  taman makam Sinopaten,  Dukuh Klumutan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten, diakhiri sebar bibit ikan nila di Sungai Ujung  sebanyak kurang lebih 3000 ekor, Sabtu (30/6/2018) siang.

Bibit ikan nila tersebut disebar  di aliran Sungai Ujung yang melintas Kota Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Yang menyebar bibit ikan nila di Sungai Ujung antara lain Sekretaris Daerah Klaten Joko Sawaldi, Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah Sarwo Pramana, Wakil Rektor UGM Yogyakarta Profesor Suratman, dan beberapa pejabat lainnya. Ketika menyebar bibit ikan nila  disaksikan hadirin yang menghadiri  halal bi halal komunitas peduli sungai di Kabupaten Klaten.

Ketua panitia halal bi halal komunitas peduli sungai Kabupaten Klaten Arif, dalam sambutannya antara lain mengungkapkan tamu yang diundang dari Pekerjaan Umum Provinsi Jateng,  BPBD Provinsi Jawa Tengah, Pejabat Pemkab Klaten, para camat lintas Sungai Ujung,  Komunitas Peduli Sungai, para relawan,  organisasi keradioan RAPI dan ORARI, perangkat Desa Kalitengah,  dan tamu undangan  lainnya. Dalam kesempatan itu Arif juga mengatakan diawali dari dekat lokasi Pemakaman  Senopaten Sungai Ujung  beberapa tahun lalu mulai dilakukan pembersihan. Arif berharap dalam kesempatan halal bi halal ini menjadikan komunitas peduli sungai untuk tetap punya semangat berjuang menjaga kebersihan sungai.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramono dalam sambutan mengungkapkan apresiasinya pada Pemkab Klaten yang terlibat peduli pada sungai, mendukung adanya kegiatan sekolah sungai. Ia berharap para kades dan para camat melakukan evaluasi. Tentunya yang perlu dievaluasi keadaan sungai sebelum ada sekolah sungai dan sesudah ada sekolah sungai. Sarwa Pramono juga merasa senang, karena  Klaten dapat dibanggakan karena para relawan memakai logo merah putih.

Joko Sawaldi dalam sambutannya antara lain mengatakan,  dalam mengelola Sungai Ujung perlu dilakukan verifikasi di lapangan. Sungai Ujung dituntaskan dari atas. Sehingga aliran sungai dapat untuk mengaliri sawah-sawah, dan sirkulasi air mengalir baik untuk kehidupan.

Profesor Suratman menyampaikan sambutan relatif singkat. Durasi waktu 5 menit dalam sambutannya ia tetap memotivasi hadirin halal bi halal untuk terus peduli pada kebersihan sungai di Kabupaten Klaten. Menargetkan Kabupaten Klaten pada tahun 2045 kondisi sungai terbersih di dunia. Ia berusaha Klaten menjadi model akademik di dunia. Sehingga Kabupaten Klaten menjadi contoh sebagai laborat sungai.

Setelah disampaikan sambutan-sambutan dilanjutkan pemotongan nasi tumpeng oleh Joko Sawaldi dan Prof Suratman. Potongan nasi tumpeng diserahkan pada beberapa relawan, dan perwakilan komunitas peduli sungai di Kabupaten Klaten.

Untuk memeriahkan suasana halal bi halal dihibur organ tunggal Bambang Laras dan penyanyi dari lokal Klaten. Sehingga suasana  cukup semarak. Nampak terlibat warga masyarakat, para ibu/wanita dan pria, para tokoh masyarakat di sekitar Dukuh Klumutan,  Desa Kalitengah. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *