Perayaan Ekaristi Syukur AYD Diikuti 3000-an Umat Katolik

BERITA KLATEN-Perayaan Ekaristi Syukur Asian Youth Day (AYD) ke-7 yang diselenggarakan di lapangan Dusun Bunder, Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (30/7/2017) dihadiri kurang lebih 3.000-an umat Katolik.

Juga hadir dalam perayaan Ekaristi Syukur AYD tersebut utusan orang muda Katolik (OMK) dari Negara Korea Selatan, Banglades, Nepal, Thailand, Singapura, dan Pakistan. Perayaan Ekaristi Syukur (Misa) AYD dipimpin Romo Kevikepan Surakarta Romo Antonius Budi Wihandono PR dan beberapa romo selebran antara lain Romo Yadi, Romo Jarot, Romo Subi, Romo Slamet, Romo Santo, dan Romo Robenry dari Negara Nepal.

Mengawali homili (kotbah) Romo Budi mengajak para yogo (penabuh gamelan) untuk ngiringi gending gugur gunung. Saat mengalunkan gending atau lagon gugur gunung Romo Budi mengajak umat untuk ikut menari atau joget. Dan saat itulah banyak umat yang berdiri dan joget  di depan altar. Termasuk para OMK utusan dari luar negeri ikut joget. Sungguh saat itu suasana nampak gembira dan menyenangkan. Selesai berjoget Romo Budi menanyai beberapa romo selebran mengenai konteks perayaan Ekaristi Syukur AYD ke-7 diselenggarakan di Bunder, Bandungan, Paroki Kebonarum. Oleh Romo Yadi sebagai Pastur Kepala Paroki Kebonarum di wilayah Bunder merupakan desa pembuat gamelan, dan desa yang sulit air dilambangkan dengan ornamen kendi kecil. Untuk kebutuhan air hanya mengandalkan dari air hujan. Ketika memasuki musim kemarau untuk kebutuhan air harus membeli dan mengharapkan bantuan air dari banyak pihak. Air merupakan kebutuhan pokok kehidupan.

Oleh Romo Budi dituturkan, di Dusun Bunder merupakan dusun yang banyak membuat karya kurungan juga. Dengan kurungan menggambarkan agar kehidupan tidak liar. Di Bunder tanaman bambu merupakan tanaman khas. Bambu merupakan bahan baku membuat kurungan atau sangkar. Di Asia tanaman bambu juga merupakan tanaman khas di Asia.  Dikatakan juga oleh Romo Budi mengenai konteks AYD, mengapa AYD, kenapa bukan anak kecil PIA, atau orang tua atau manula yang dikumpulkan di negara-negara Asia. Dijelaskan oleh Romo Budi alasan mengapa yang dikumpulkan di Asia adalah OMK,  menurutnya orang muda katolik masa depan gereja. OMK diharapkan jadi penggerak sebagai lambang dinamis, karena orang muda masih sehat. Harapannya dari Bunder akan tercipta relasi yang harmonis bagi semua pihak.

Di Dusun Bunder ini sangat cocok untuk live in (tinggal bersama) bagi orang muda katolik. Dari sini OMK dapat belajar dari kondisi masyarakat Dusun Bunder. OMK yang tinggal bersama nantinya dapat belajar seni karawitan, berkebun, dan lainnya.

Dalam kotbahnya Romo Yadi juga menyampaikan terima kasihnya pada masyarakat Muslim yang membantu bambu untuk melengkapi dekorasi, sekitar altar untuk perayaan Ekaristi Syukur AYD ke-7 ini. Ucapan terima kasih juga diucapkan pada BANSER dalam terlibat pengamanan, serta karang taruna yang mengatur parkir dan membantu lancarnya lalu lintas di Bunder.

Ketua Wilayah Bunder F Prasetyo Widi biasa disapa Widi, pada Berita Klaten menuturkan OMK yang tinggal di Bunder ada 120 OMK, terdiri 60 OMK asing 60 OMK lokal Indonesia. OMK akan tinggal di Bunder dan Surowono. Yang tinggal di Bunder adalah di Lingkungan St Agustinus. Keluarga yang ditempati adalah F Prasetyo Widi, A. Joko Wiryanto, Y Triyono, dan Keluarga E Wiratmi. Di Lingkungan Santo Ignatius di Keluarga Rujanti H, M Waki W, P Gimo, dan S Suranto. Di Lingkungan St Yohanes untuk tinggal bersama di Keluarga B Giyanto, Keluarga A Suparmanto, dan keluarga P Suweno.

Menurut Widi, selesai perayaan Ekaristi Syukur AYD diteruskan gelar budaya dari warga Bunder, pentas srontol dari SDK Nglinggi, kesenian gejok lesung, seni karawitan dari SD Negeri Bandungan, dan lainnya. Dalam gelar budaya juga akan menampilkan mitos Gunung Bibi.

Dua OMK yang berasal dari Korea Selatan, bernama Secunda dan Bonaventur mengatakan senang dan gembira mengikuti perayaan Ekaristi Syukur AYD. Mereka nampak semangat ikut menari  bersama dengan OMK dari lain negara  dan bersama umat yang hadir mengikuti perayaan ekaristi AYD. Mereka juga merasa senang melihat ornamen dekorasi di lokasi perayaan Ekaristi Syukur AYD menggunakan kurungan yang dipasang di beberapa titik.(ksd)

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *