Pameran Bank Sampah Diharapkan Menjadi Embrio

BERITA KLATEN-Pameran bank sampah kali pertama di Gedung Pandanaran Kompleks RSPD Klaten selama 3 hari, Selasa s/d Kamis (29 Okt. s/d 2 Nov/ 2017) diharap bisa menjadi pemicu berkembangnya produk dari ssmpah. Pameran tersebut diselenggarakan dalam rangka memperimgati sumpah pemuda.

Pameran hasil produksi dari bank sampah berupa aneka macam  barang seni  diharapkan  berkembang maju. Hasil karya dari sentuhan tangan-tangan lentik manis yang dipajang di stand-stand cukup menawan. Dari bank sampah yang berupa botol, plastik, kertas, dan lainnya dapat disulap menjadi barang seni. Untuk botol-botol sprite, aqua, kaleng, dan lainnya disulap menjadi bunga, tas untuk hiazan di ruang rumah. Nilai jualnya cukup lumayan.

Dari Kecamatan Karanganom ada Desa Ngledeg,  dan Desa Karanganom yang standnya berdampingan.  Hasil karya yang dipajang ada tas, tempat menaruh  pajangan mebel, dan lainnya. Barang-barangnya disusun rapi tersebut sudah lebel harga.

Ucik, seorang wanita dari Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom sebagai faskel dari Kotaku Kota Tanpa Kumuh sudah sekitar 4 tahunan mendampingi anggotanya dalam berkreasi menciptakan barang yang bernilai seni.  Semangatnya mendampingi para perempuan untuk menciptakan barang yang sudah jadi sampah untuk dikerjakan menjadi nilai seni.

Menurut informasi yang dihimpun  dari penjaga stand-stand,  yang didirikan untuk pameran bank sampah ada 22 stand. Diharapkan setiap kecamatan mengirim 1 stand.  Setiap stand memajang produk bank sampah. Dari Wedi  memasang tanaman yang ada pada pot, jamu beras kencur, dan lainnya.

Pameran bank sampah dibuka oleh Ass Bupati Klaten Slamet Widodo.  Dalam sambutannya Slamet Widodo  antara lain mengatakan akan mengarahkan untuk pemasaran. Sehingga produk-produk  dari bank sampah lekas dapat dijual. Slamet Widodo mengatakan pameran bank sampah ini nantimya perlu diupayakan cara pemasarannya.

Kasi Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan dan Kehutanan Bambang S, untuk memecahkan pemasaran barang produk bank sampah perlu  kerja sama dengan Kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah raga. Menurutmya  kerja sama dengan lembaga lain  dapat memasarkan. (ksd)

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *