Drama Musikal Kera Sakti Menjadi Media Mendidik Kharakter Siswa Krista Gracia

BERITA KLATEN – Drama musikal kera sakti yang dimainkan siswa Krista Gracia Klaten di Aula SD Krista Gracia Klaten, Jateng, merupakan pentas seni spektakuler, Sabtu (29/2/2020) malam.

Pentas seni drama musikal oleh para siswa semua jenjang di Sekolah Krista Gracia merupakan pentas yang mengagumkan. Pasalnya, pentas seni kera sakti ini dapat disebut pentas yang spektakuler, karena menggunakan alat-alat informasi dan tehnologi (IT) yang canggih dan modern. Tata panggung dan tata lampu penyinaran atau lighting dilengkapi dengan lampu-lampu spoot sejumlah 60 lampu dipasang di atas panggung. Untuk melengkapi keindahan seni panggung  dengan gambar-gambar animasi, menggunakan audio visual  empat komputer, dan delapan LCD.

Gambar-gambar animasi yang disorot pada panggung menambah eloknya bloking pemain saat sedang pentas. Gerakan-gerakan gestur para pemain nampak meyakinkan dalam pentasnya. Para pemain dari tingkatan kelompok bermain,  TK, SD, dan SMP kelihatan nampak lebih besar. Gerakan-gerakan mereka menari nampak  eksprektif. Pentas drama musikal kera sakti ini melibatkan 300-an siswa dari jenjang  kelompok belajar, TK, SD, dan SMP Krista Gracia di Klaten.

Kepala Sekolah Dasar (SD) Krista Gracia Klaten Sri Purwanti Yuli, ketika diwawancarai wartawan antara lain menuturkan pentas seni drama musikal ini merupakan agenda tahunan. Dalam pentas seni yang diselenggarakan setiap tahun menjadi sarana untuk mendidik kharakter anak. Ia juga mengungkap-kan Sekolah Krista Gracia dalam melaksanakan pendidikan mengutama-kan pendidikan karakter anak/siswa seperti yang termuat core values sekolah, yaitu mengasihi Allah Tuhan, rela berkorban, jujur, demokratis, disiplin, kritis, transformatif, kreatif, inovatif, dan sederhana. Selain itu juga dikembangkan secara intelektual.

Dikatakan juga oleh Sri Purwanti Yuli,  pentas seni drama musikal judul Kera Sakti, mengambil tema Merajut Mimpi Melalui Seni ini disutradarai oleh Tutik Suharyani, dibantu  oleh Novi Handayani dan Agus Triyanto. Kemudian penata rupa panggung serta tata lampu dan multi mudia adalah dari Amigo Production.  Untuk pengiring menggunakan gamelan oleh para siswa SD dan SMP Krista Gracia. Sehingga menjadi tontonan yang layak dilihat, dan bergengsi. Sebagai pendamping musik adalah Setiawan Kurniadi.

Sri Purwanti menegaskan, pesan moral yang akan disampaikan dalam drama musikal Kera Sakti adalah hendaknya kita tidak boleh berlaku serakah, tamak, atau memiliki niat jahat kepada orang lain. Semangat perlu belajar untuk selalu tabah dan sabar dalam menghadapi kesulitan hidup, dan agar selalu berbuat baik, karena kebaikan akan membawa kebahagiaan.

Bondan Nusantara ditemui ketika pentas Kera Sakti sedang istirahat atau break, ia mengungkapkan pentas seni Kera Sakti pendukungnya merupakan tim kerja. Para penggarap multi mudia yang sudah trampil  dari Amigo, dan penggarap tata lampu atau lighting dari Yogya merupa-kan tim kerja yang penuh dinamis. “Sehingga tim kerja yang dinamis akan menghasilkan karya pentas seni yang elok dan spektakuler menggunakan peralatan yang ada di jaman milenial,”ujar Bondan Nusantara.

Edy Sulistyanto pemilik Toko Amigo, yang duduk berdampingan dengan Kepala Dinas Pendidikan Klaten Wardani Sugiyanto, ia nampak penuh perhatian melihat pentas seni kera sakti.

Wardani Sugiyanto pada Berita Klaten mengenai pentas kera sakti sekolah Krista Gracia antara lain mengatakan, ini merupakan pentas seni yang spektakuler. Bisa menjadi wadah ekspresikan dan mengapreasi. “Pentas  seni ini saya sangat mengapresiasi. Dalam pentas ini untuk mendidik anak berekspresi. Anak berani pentas, berani mengendalikan diri, berani ekspresi melatih emosi. Ini merupakan pendidikan HOTS ya ini, anak dilatih pentas. Anak yang merdeka belajar ya ini. Memang makan banyak beaya, tetapi dapat dilakukan dengan beaya yang tidak banyak dalam merdeka belajar. Saya mengapresiasi kegiatan pentas seni ini,”tutur Wardani.(ksd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *