Desa Karangduren Akan Berkibar Karena Taman Jlengut

BERITA KLATEN – Setelah tempat wisata edukasi Taman Jlengut sudah dibangun, Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jateng akan berkibar.

Prediksi itu setelah awak media Berita Klaten.com melakukan wawancara pada beberapa orang pengunjung di Taman Jlengut, Minggu (3/1/2021) sore. Hampir semua pengunjung Taman Jlengut yang diwawancarai Berita Klaten.com mengatakan kelak kalau Taman Jlengut dibangun lebih baik lagi tentunya banyak pengunjung datang. Sehingga Desa Karangduren akan berkibar dikenal banyak orang.

Salah seorang pengunjung yang tidak mau disebut jati dirinya mengatakan di lokasi Taman Jlengut akan lebih nyaman lagi bila  ada tanaman  pohon yang rindang dapat untuk berteduh. “Akan lebih baik di lokasi Taman Jlengut diberi tanaman  pohon yang dapat menjadikan di Taman Jlengut rindang,”akunya pengunjung yang tidak mau disebut jadi dirinya.

Kepala Desa Karangduren Moh Marsum, ketika ditemui di rumahnya pada hari Minggu itu juga mengungkapkan latar belakang dibangunnya tempat Wisata Edukasi Taman Jlengut, di Desa Karangduren. Menurut Moh Marsum Desa Karangduren mesti juga harus dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat Desa Karangduren. Maka setelah ada dana desa untuk kemajuan desa, Moh Marsum membangun Taman Jlengut di atas tanah kas Desa Karangduren seluas 1,5 hektar. Pada tahun 2018  dimulainya pembangunan tempat wisata edukasi Taman Jlengut besarnya anggaran Rp 400 juta untuk 1 tahun. Kemudian pada tahun 2019 juga dianggarkan sebesar Rp 400 juta. Jadi ada anggaran  Rp800.000 juta untuk membangun tempat wisata edukasi Taman Jlengut. Pada tahun 2020 tidak menganggarkan untuk melanjutkan pembangunan tempat wisata edukasi Taman Karangduren karena dana desa dipangkas digunakan untuk penanganan pandemi  virus korona atau Covid-19.. Kelanjutan pembangunan akan dilakukan bila sudah ada dana dan virus korona sudah hilang.

Tempat wisata eduksi Teman Jlengut dilauching pada tanggal 29 Nopember 2020 lalu. Sebelum tanggal  1 Januari psngunjung mesti mempersiapkan dana sebesar Rp5000,- untuk beaya masuk di lokasi. Rinciannya  sebesar Rp 2000 untuk parkir, dan Rp3000 untuk masuk di arena taman Jlengut. Masa itu kesempatan  untuk promosi.. Tetapi  setelah tanggal 1 Januari  karcis masuk  area Taman Jlengut dinaikan menjadi Rp5000,-.

Moh Marsum menegaskan di Taman Jlengut  yang akan ditonjolkan adalah tempat edukasi bagi anak yang berkunjung di Taman Jlengut. Edukasi pada anak antara lain interaksi anak dengan hewan binatang yang ada di Taman Jlengut. Misalnya memberi makan kelinci, kambing dan lainnya. Anak juga diperkenalkan pada alam sekitar, seperti sungai, menjaga kebersihan.

Moh Marsum yang telah menjabat Kepala Desa  Karangduren di pereode ke-2 akan tetap berusaha memajukan Desa Karangduren. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan warganya adalah mengenalkan produk-produk yang dihasilkan oleh warga masyarakat Desa Karangduren. Produknya kerajinan berupa makanan, tanaman bonsai, maupun lainnya yang diperkenalkan pada khalayak pengunjung di Taman Jlengut. Produk makanan bahannya dibuat dari jamur  dipasarkan di Taman Jlengut. Itu semua merupakan upaya mensejahterakan warga masyarakat Karangduren. Warga membuat lapak-lapak untuk menjajakan karya kerajinannya.

Moh Marsum juga menuturkan, di Desa Karangduren sudah ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bernama Karya Usaha mengelola simpan pinjam.  Tetapi tempat wisata edukasi Taman Jlengut masih dikendalikan oleh Kepala Desa Karangduren. Tenaga yang menangani masih bestatus relawan sejumlah 30-an orang. Mereka bersemangat untuk memajukan  Taman Jlengut yang konsepnya edukasi bagi anak-anak. Selain itu Moh Marsum juga berusaha merealisasikan nama Desa Karangduren yang imagenya banyak buah duren.  Untuk itu Moh Marsum sudah menanam seribu  pohon duren di lahan Dusun Biyengan. (ksd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *