Grand Opening Gedung Teater Graha Purba Waseso Kencono Dipenuhi Penonton

BERITA KLATEN – Penonton memenuhi Gedung Teater Graha Purba Waseso Kencono di Tlogo, Prambanan, Klaten, Jateng ketika grand opening dengan suguhan pementasan sendratari Roro Jonggrang, Senin (3/2/2020) malam.

Penonton yang diundang dalam grand opening (pembukaan) Gedung Teater Graha Purba Waseso Kencono tersebut antara lain para pengusaha biro wisata di Jawa Tengah dan DIY, pecinta seni, para tokoh seniman, pengamat seni, warga masyarakat  Klaten, dan lainnya. Para penonton nampak antausias dan penuh perhatian melihat pentas sendratari Roro Jonggrang yang elok dan indah permainannya.  Apalagi pementasannya dilengkapi dengan  peralatan LCD  digital yang canggih. Tata panggung dan lighting (tata lampu) juga baik. Suasana  di dalam gedung terasa nyaman, karena terasa sejuk karena dilengkapi AC, tempat duduk yang enak juga. Penonton di dalam gedung teater Graha Purba Waseso Kencono dibatasi  sejumlah 250 orang penonton.

Pentas sendratari Roro Jonggrang untuk pembukaan gedung teater Graha Purba Waseso Kencono di Prambanan didukung para seniman dari sanggar-sanggar seni yang ada di Kabupaten Klaten. Mereka para seniman memainkan sendratari Roro Jonggrang nampak penuh totalitas. Sehingga para penonton nampak penuh perhatian menikmati pentas sendratari tersebut.

Sendratari Roro Jonggrang tersebut diangkat dari kisah Mataram Kuno pada abad ke-10 jaman Rakai Pikatan dan Panangkaran dengan latar belakang Kerajaan Prambanan. Kraton di bawah kepemimpinan Sang Prabu Triyambaka merupakan kerajaan makmur. Para kawula hidup tenteram dan damai sesuai pekerjaannya masing-masing, serta anak-anak pun bebas bermain dengan ceria. Dalam sendratari dikisahkan adanya hubungan percintaan antara Roro Jonggrang putri Sang Prabu Triyambaka dengan seorang Pangeran bernama Raden Bandung  putra Raja Damarmaya dari Kerajaan Pengging.

Pemilik dan penggagas gedung teater Graha Purba Waseso Kencono One Krisnata, ketika diwawancarai wartawan antara lain mengungkapkan latar belakang membangun gedung teater tersebut adalah karena seni budaya Jawa mulai ditinggalkan khalayak masyarakat. Menurutnya karena karya seni sekarang ditonton di pinggiran sawah. “Adanya gedung teater ini dapat digunakan untuk pentas seni.  Penonton dalam menikmati di tempat yang layak, nyaman ber-AC, tidak sumuk, tidak ada asap rokok,”tutur One Krisnata.

Beberapa penonton yang melihat sendratari Roro Jonggrang untuk pentas grand opening gedung teater Graha Purba Waseso Kencono ketika ditanya wartawan mengatakan merasa senang melihat pentas sendratari tersebut. Apalagi di dalam gedung yang nyaman, dan peralatan pendukung pentas yang modern. Sehingga penonton nampak puas menikmatinya.(ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *