BLT Dana Desa Tahap 3 Dibagikan Di 4 Desa

BERITA KLATEN – Bantuan langsung  tunai (BLT) Dana Desa tahap 3 di Kabupaten Klaten dibagikan di Desa Birit, Desa Sukorejo, Desa Dengkeng, dan Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (4/8/2020). Dalam pembagian BLT tersebut Bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani menyempatkan hadir pembagian BLT tersebut.

Desa pertama yang  dikunjungi bupati adalah Desa Birit. Di Desa Birit, Bupati menyerahkan BLT dana desa  kepada 55 kepala keluarga. Kepala Desa Birit, Sukadi Danang Witono saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pada tahap 1 ada 57 KK penerima BLT DD namun kemudian ada yang meninggal dunia sehingga pada tahap 2 turun menjadi 56 KK penerima. Kemudian  pada tahap 3 terjadi pengurangan warga penerima 1 orang menjadi 55 KK.
” Terjadinya pengurangan jumlah penerima BLT Dana Desa itu karena warga tersebut meninggal dunia,” kata Danang menjelaskan.

Dari desa Birit, Bupati Sri Mulyani melanjutkan kunjungan ke desa Sukorejo. Di desa Sukorejo, bupati sudah ditunggu oleh 52 KK penerima BLT dana desa tahap 3 juga. Selepas dari Desa Sukorejo, bupati menuju Desa Kadilanggon. Di desa Kadilanggon, Bupati Sri Mulyani mendengarkan laporan dari Kepala Desa Kadilanggon Sukiyo T Cahyadi, dilaporkan bahwa pada penyaluran BLT Dana Desa tahap 3 ini ada 33 KK penerima yang dihadirkan di gedung pertemuan Desa Kadilanggon.

Pada hari Selasa ini suasana duka menyelimuti warga desa Kadilanggon karena di saat ada pembagian BLT dana desa, Sekretaris Desa Kadilanggon Heru Krisbiyantoro meninggal dunia karena serangan jantung. Mengetahui kabar duka tersebut, bupati secara spontan mengajak seluruh rombongan melayat di rumah Sekdes Kadilanggon yang berjarak sekitar 5 km dari lokasi acara pembagian BLT dana desa.

Setelah melayat di rumah duka,  Sri Mulyani melanjutkan kegiatan pembagian BLT dana desa  di desa Dengkeng. Di desa Dengkeng terdapat 33 KK penerima bansos tunai DD.
Saat memberikan kata sambutan, bupati Sri Mulyani senantiasa berharap agar warga penerima bantuan sosial itu menggunakan uangnya agar untuk belanja kebutuhan pokok keluarga. Warga juga diminta mematuhi protokol kesehatan karena pandemi virus corona atay covid-19 belum juga mereda. Dalam kesempatan memberikan sambutan di desa Kadilanggon, bupati sempat menyatakan meski dirinya “dibuntuti” terus oleh Bawaslu tetapi tidak menjadi masalah.

“Saya memang akan mencalonkan diri sebagai bupati Klaten dalam Pilkada nanti. Jadi kalau Bawaslu mengawasi saya terus itu ndak masalah. Khan itu sudah menjadi tugasnya. Tetapi dalam kunjungan saya ini khan hanya membagikan bantuan sosial, tidak ada kegiatan lainnya,”ujar Sri Mulyani.

Kegiatan Bupati Klaten  diakhiri dengan acara makan siang di Pondok Peman-cingan Tirto Mili di Desa Pasung, Keca-matan Wedi. Pondok pemancingan Tirto Mili ini dikelola oleh BUMDes Desa Pa-sung (ksd/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *