Kelola Sampah Untuk Peduli Pada Siswa Tidak Mampu

BERITA KLATEN-Semangat peduli pada siswa miskin kemudian Komunitas KR Padangan bareng-bareng kelola sampah untuk sekolah.

Hal itu diungkapkan Angelina Dela Kristal S ketika ditemui di rumah Andreas Budi Rustomo di Dusun Kwangen, Desa Sumberejo, Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ia mengatakan tempat mengelompokkan sampah-sampah jenis anorganik, Jumat (7/2/2020) petang. Angelina Dela Kristal S yang sehari-harinya disapa Dela, didampingi Andreas Budi Rustomo sebagai Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi di Wilayah Padangan menceritakan penggagas  mengelola sampah untuk sekolah.  Awalnya Andreas Budi Rustomo bersama Maria aktifis LSM peduli untuk penyelamatan lingkungan. Kemudian mulai mengelola sampah anorganik yang berpotensi dapat menjadi permasalahan lingkungan. Maka  timbul ide bagaimana sampah-sampah perlu dikelola agar  dapat menghasilkan nilai ekonomis. Dari hasil nilai ekonomis dapat untuk melakukan aksi sosial.

Dela menuturkan, sampah-sampah anorganik dihimpun dari beberapa tempat / lingkungan di Klaten, Jawa Tengah. Antara lain dari Klaten Selatan lingkungan Padangan, Danguran, Sumberejo, Desa Karanglo, Desa Menden Kecamatan Kebonarum, Wedi dan dari beberapa tempat lainnya. Sampah-sampah yang jenis anorganik dikumpulkan di rumah Andreas Budi Rustomo tiap hari Jumat petang untuk dipilah-pilah. Untuk sampah kertas saja juga perlu dikelompokkan macamnya. Antara lain pemilahan kertas warna, merang, kardus,  dan lainnya. Sampah plastik juga dipilah-pilah, yang warna hitam, maupun plastik yang putih. Sampah-sampah yang sudah dipilah-pilah sudah siap dijual ke pengusaha barang rosok untuk dijadikan uang. Dalam menjual sampah akan memilih pengusaha rosok yang sepakat dengan harga yang ditawarkan.

Dela selaku Direktur Komunitas Sampah Untuk Sekolah semangat menjelaskan kegiatannya.  Dari hasil sampah yang dijual pada pengusaha rosok digunakan untuk  membantu siswa yang tidak mampu. Siswa  yang dibantu duduk di SD, SMP, dan SMA/SMK. Sampah-sampah dikelola bersama dengan Beatrix Scholar Ship, Guyub Bocah, dan Wilayah KR Padangan.

Untuk itu, lanjut Dela, bila ada warga yang mempunyai sampah-sampah anorganik agar disumbangkan pada Komunitas Sampah Untuk Sekolah. Dari hasil pengelolaan sampah anorganik dapat untuk membantu para siswa tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas / sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) yang miskin. Tentunya dengan mengelola sampah dapat mewujudkan kepedulian pada tujuan utama untuk masalah penyelamatan lingkungan, dan membantu siswa yang layak dibantu. Sehingga ini merupakan kreatifitas perbuatan mulia yang  multi efek.

Andreas Budi Rustomo selaku pembina mengatakan kegiatan mengelola sampah di Dusun Kwangen, Desa Sumberejo, Klaten Selatan ini juga  menjadi media untuk srawung dalam konteks keberagaman. Karena para pemasok sampah dari latar belakang keyakinan yang berbeda-beda.(ksd)

Satu komentar

  1. Andreas Budi Rustomo

    Terima kasih pak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *