Kurang Lebih 90-an Orang Tak Bermasker Kena Operasi Di Wedi

BERITA KLATEN – Ada kurang lebih 90-an orang di Pasar Wedi, dan pengguna jalan di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terjaring operasi masker, Senin (13/7/2020).

Operasi masker selama 2 jam yang dilakukan oleh Puskesmas Kecamatan Wedi didukung Muspika Wedi. Sejumlah kurang lebih 90-an orang yang tidak memakai masker dijaring oleh petugas yang melakukan operasi masker. Dari jumlah 90-an orang yang terjaring tidak memakai masker adalah 29 orang yang datang di Pasar Wedi untuk belanja, dan sisanya para pengguna jalan yang melintas di kota Kecamatan Wedi mengendarai sepeda motor maupun sepeda ontel.

Camat Wedi Kukuh Riyadi, pada Berita Klaten.com mengatakan operasi orang yang tidak memakai masker kali ini sudah merupakan penindakan. Karena itu para pengguna jalan dan pengunjung Pasar Wedi supaya disiplin atau patuh memakai masker ketika melakukan kegiatan atau aktifitas di luar rumah. Ditegaskan oleh Camat Wedi, para pedagang yang tidak taat atau tidak patuh memakai masker tidak boleh berjualan di Pasar Wedi. Menurutnya dalam operasi masker kali ini orang yang tidak memakai masker ada yang diminta KTP-nya, namun ada juga orang yang tidak ditahan kartu tanda penduduk (KTP)-nya, karena tidak membawa KTP.

“Operasi masker yang dilaksanakan kali ini sudah tahap penindakan. Karena operasi masker sudah dilakukan beberapa kali. Dalam operasi kali ini ada orang yang KTP-nya ditahan. Namun ada  orang yang KTP-nya tidak ditahan karena waktu ke Pasar  Wedi tidak membawa KTP,”tutur Kukuh Riyadi.

Kepala Puskesmas Kecamatan Wedi drg Susilo mengatakan, operasi masker di Pasar Wedi yang dipelopori oleh Puskesmas Wedi sudah tiga kali. Operasi masker akan terus berlangsung secara kontinew atau pereode sampai pemerintah menyatakan sudah bebas pandemi virus corina. Menurut  Susilo masyarakat sudah ada peningkatan kepatuhan memakai masker. Namun para pedagang di Pasar Wedi ada yang memakai masker diturunkan di dagu. Sehingga hidung dan mulutnya kelihatan.

Memakai masker, lanjut Susilo, yang benar menutup lubang hidung sampai mulut. Itu untuk menahan virus corona yang tersebar lewat droplet. Harapan Susilo warga masyarakat Kecamatan Wedi tidak terkonfirmasi virus corona atau covid-19.

Dalam operasi masker di Wedi kali ini ada dua remaja putra yang terjaring karena tidak memakai masker. Remaja tersebut adalah Antoni Yulianto (17th) tinggal di Desa Canan, dan Bagus (17th) tinggal di Desa Sembung. Mereka disuruh menghafal teks Pancasila oleh Camat Wedi Kukuh Riyadi. Selain itu mereka agar memakai masker setiap pergi aktifitas di luar rumah.

Operasi masker di Pasar Wedi menurunkan petugas dari Puskesmas Wedi, Polsek Wedi, Koramil Wedi, Trantip Kecamatan Wedi, dan Staf Kantor Pasar Wedi. Operasi masker tersebut berjalan lancar.(ksd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *