BEROTA KLATEN – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari mendorong Polresta Klaten membekali siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Klaten untuk memperkuat literasi digitall.
Dengan Program Paham AI, Polresta Klaten memberikan pelatihan diikuti sejumlah 150 siswa SMA Muhammadiyah 1 Klaten di aula sekolah tersebut, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Master Trainer AI Polresta Klaten IPTU Febriyanti bersama Trainer Polresta Klaten. Turut hadir Kasubbagbinkar Bag SDM Polresta Klaten AKP Iskandar Hamidi,. dan Kasubbagdalpers Bag SDM Polresta Klaten AKP Widodo.
Kasihumas Polresta Klaten AKP Suwoto mengatakan, pelatihan Paham AI menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada pelajar agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif, khususnya untuk mendukung proses pembelajaran.
“Kami ingin para pelajar tidak hanya mengenal dan menggunakan teknologi Artificial Intelligence, tetapi juga memahami bagaimana memanfaatkannya secara bijak, aman, produktif, dan bertanggung jawab. Literasi seperti ini penting agar generasi muda mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan etika dan keamanan digital,” AKP Suwoto menuturkan.
Pelatihan dilaksanakan secara interaktif melalui metode presentasi, diskusi, tanya jawab, serta demonstrasi penggunaan aplikasi berbasis AI. Materi yang diberikan tidak hanya memperkenalkan pengertian dan perkembangan teknologi AI, tetapi juga diarahkan pada pemanfaatannya secara positif untuk mendukung kegiatan belajar dan pendidikan.
Para siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai etika penggunaan AI serta pentingnya menjaga keamanan digital dan perlindungan data pribadi. Materi tersebut diberikan agar peserta mampu memahami risiko yang dapat muncul ketika teknologi digunakan tanpa memperhatikan aspek keamanan dan tanggung jawab.
Aspek pencegahan penyalahgunaan AI dan potensi kejahatan siber turut menjadi bagian dari materi pelatihan. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan teknologi secara aman sekaligus memiliki kemampuan untuk memilah informasi yang diperoleh melalui ruang digital.
Dalam sesi praktik, siswa diberikan kesempatan mengenal pemanfaatan AI secara sederhana dan produktif. Penggunaan AI untuk mendukung pembelajaran, pencarian informasi, serta pembuatan konten kreatif menjadi bagian dari pembahasan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas digital para pelajar.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, khususnya ketika membahas pemanfaatan AI untuk mendukung pembelajaran, pembuatan konten kreatif, serta cara menggunakan teknologi secara aman dan terhindar dari hoaks.
AKP Suwoto menambahkan, pemahaman terhadap AI perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana yang bermanfaat bagi pelajar apabila digunakan sebagai alat pendukung, bukan menggantikan proses belajar dan tanggung jawab pengguna.
“Kami berharap melalui Program Paham AI ini para siswa SMA Muhammadiyah 1 Klaten semakin memahami bahwa teknologi harus digunakan dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai kemudahan teknologi justru dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar, melanggar privasi, atau melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,”AKP Suwoto menegaskan.
Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, kegiatan juga dilengkapi dengan pengisian pre-test dan post-test. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk melihat perkembangan pemahaman siswa setelah mengikuti materi yang diberikan.
Selain memperoleh pengetahuan mengenai literasi kecerdasan artifisial, seluruh peserta juga mendapatkan sertifikat kompetensi Program Paham AI bertajuk “Literasi Kecerdasan Artifisial Untuk Pelajar”.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Klaten mendorong agar pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami risiko, etika, dan tanggung jawab di balik pemanfaatannya. Literasi AI diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk menggunakan perkembangan teknologi secara bijak, aman, produktif, dan bertanggung jawab.(ksd/humas Polresta)
