Sapi Kena Antraks Jangan Dipotong, Diobati Dulu

BERITA KLATEN – Sapi yang sakit karena antraks tidak boleh dipotong. Upaya yang mesti dilakukan adalah mengobati sapi hingga sembuh baru dipotong.

Demikian dikatakan Dokter Hewan Indarwan ketika menyampaikan materinya dalam acara sosialisasi mengenai pencegahan maupun penularan penyakit antraks pada ternak sapi, di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Klaten, Rabu (19/2/2020) siang.  Lebih lanjut Dokter Hewan Indarwan mene-gaskan hewan yang sakit antraks tidak boleh dimakan. Karena daging sapi yang sangat antraks tidak layak dimakan.

Langkah yang dilakukan bila ada sapi ternaknya sakit, menurut Dokter Hewan Indarwan yang bertugas di Laboratorium Kesehatan Hewan di Wates, sapi yang sakit mesti dilaporkan dulu pada petugas teknis.  Bila hewan ternak mati, baik hewan sapi atau lainnya agar dikubur, tidak boleh disembelih.  Untuk mengubur dalamnya mencapai 2 meter.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Klaten Sri Muryati, dalam penyampaian materinya Sri Muryati antara lain mengungkapkan langkah antisipasi menangani hewan sapi dan lainnya setiap tahun perlu dilakukan  vaksinasi antraks. Monitoring di pasar hewan mesti dilakukan setiap pasaran hewan.  Sehingga waspada pada penyakit antraks mesti dilakukan. Mencegah lebih baik, dari pada mengobati.

Peserta sosialisasi mengenai pencegahan penyakit antraks pada hewan sapi antara lain perwakilan dari  Polsek dan Koramil yang berada di perbatasan Klaten dengan Kabupaten Gunungkidul, dari perwakilan Kecamatan, dan petugas teknis peternakan kecamatan, serta peserta lainnya. (ksd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *