Bawaslu Klaten Mengajak Warga Masyarakat Anti Politik Uang

BERITA KLATEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu) Kabupaten Klaten mengajak warga masyarakat Klaten, Jawa Tengah bersikap anti money politic (politik uang) pada Pilkada tahun 2020 mendatang.

Demikian diungkapkan Ketua Bawaslu Kabupaten Klaten Arif Fatkhurrokhman ketika konferensi pers di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (20/11/2019) siang. Arif yang didampingi para komisioner Bawaslu Kabupaten Klaten dalam pengantar konferensi pers ia mengatakan ingin memberdayakan Bawaslu yang  solid. Karena itu Bawaslu Kabupaten Klaten  melaunching desa anti politik uang  dan desa pengawasan.

Lebih lanjut Arif  menuturkan, desa yang dinyatakan desa anti politik uang adalah Desa Jemawan, Kecamatan Jatinom, Desa Gesikan Kecamatan Gantiwarno, dan Desa Kebondalem lor Kecamatan Prambanan. Kemudian lanjut Arif, yang dinyatakan desa pengawasan adalah Desa Jotangan Kecamatan Bayat, Desa Wunut Kecamatan Tulung, dan Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper. Sosialisasi untuk mengajak warga Kabupaten Klaten agar bersikap anti politik uang pada Pilkada tahun 2020  akan terus dilakukan. Warga masyarakat Klaten juga diajak ikut mengawas dalam Pilkada yang akan datang. Statmen-statmen dari para komisioner Bawaslu Kabupaten Klaten senada dengan Arif. Upaya untuk menciptakan Pilkada yang beretika tidak menggunakan politik uang akan disosialisasikan dalam kesempatan yang ada. Even gelar budaya pada tanggal 7 Desember 2019 juga akan disampaikan pada warga masyarakat Klaten. Warga masyarakat yang ingin mendaftar dapat datang di Bawaslu Kabupaten Klaten untuk melihat persyaratannya.

Dina Nur Hidayati dalam paparannya antara lain mengungkapkan tentang pengumuman pendaftaran calon anggota panitia pengawas pemilih kecamatan. Pendaftaran akan dilaksanakan tanggal 27 November 2019 sampai dengan tanggal 3 Desember 2019. Dalam pengumuman pendaftaran calon anggota panitia pengawas pemilihan kecamatan tidak dipungut uang. Pendaftaran juga dilakukan secara sokratif atau online. Arif juga menegaskan anggota panitia pengawas pemilihan kecamatan tidak perlu pandai, tetapi yang punya integritas. Selain itu yang punya semangat bekerja penuh waktu. (ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *