Santri Milenial Solo Raya Deklarasikan Pemilu Damai

 50 total views,  2 views today

BERITA KLATEN – Para santri milenial se Solo Raya melakukan deklarasi bersama untuk menciptakan Pemilu damai di Pondok Pesantren Al Barokah yang berada di Samben, Gunting, Wonosari, Kabupaten Klaten, Jateng, Minggu (27/01/2019) siang tadi.

Teks naskah deklarasi pemilu damai yang dibacakan bersama para santri milenial adalah : 1.Siap berperan aktif menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), 2.Siap untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilu serentak tahun 2019 yang bermartabat, 3.Siap mendukung demokrasi berkualitas, tanpa hoax, tanpa fitnah, tanpa ujaran kebencian, serta mengedepankan kejujuran, kebenaran, juga menolak  upaya-upaya yang dapat mengakibatkan perpecahan masyarakat serta dapat mencederai Pancasila dan UUD 1945. 4.Menolak politik uang, politisasi agama, dan politisasi rumah ibadah. 5.Menghimbau segenap komponen bangsa Indonesia untuk saling bekerja sama dan bertanggung jawab dalam menjaga dan menjamin rasa aman, tenteram dan damai dalam kehidupan bermasyarakat. Selanjutnya menyerukan bersama yel-yel NKRI, Pancasila dengan penuh semangat.

Para santriwan dan santriwati milenial se Solo Raya dari Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, dan Kodya Surakarta diundang datang di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barokah untuk mengikuti diskusi interaktif  dengan tema Peran Aktif Santri Milenial Sebagai Pemilih Cerdas Dalam Pesta Demokratis. Para santri milenial yang terdiri putra dan putri usia remaja maupun muda nampak ceria mengikuti diskusi interaktif.

Selain itu,  mereka penuh perhatian mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh dosen IAIN Surakarta KH Kholilur Rohman, Komisioner KPU Klaten Divisi Perencanaan Syamsul Ma’arif, dan Kapolsek Wonosari AKP Widji kehadirannya mewakili Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi yang berhalangan hadir.

Dalam ceramahnya, KH Kholilur Rohman antara lain mengungkapkan mengajak para santri milenial untuk jadi pemilih yang pandai. Para santri milenial jangan mudah diombang-ambingkan kabar bohong. Kemudian Syamsul Ma’arif dalam ceramahnya antara lain menuturkan para santri milenial agar aktif, jangan diam saja. Santri milenial jangan sampai golput. Syamsul Ma’arif  menegaskan dalam negara demokratis mesti ada pemimpin, ada presiden. Maka dalam kesempatan Pemilu serentak pada tanggal 17 April 2019 yang akan datang para santri milenial mesti menggunakan haknya untuk memilih. Ia juga menyampaikan target dalam Pemilu serentak di Klaten mencapai 75%. Menurutnya jumlah pemilih kurang lebih 1.4500.000-an orang. AKP Widji dalam sambutannya ia mengajak para santri milenial untuk tidak terpecah belah akibat pemilu presiden dan pemilu legislatif.

Ketua Yalal Watha dan pimpinan Ponpes Al Barokah di Desa Gunting  Marjuki pada wartawan yang meliput kegiatan diskusi interatif  santri milenial mengatakan perlu memberi pemahaman pada para santri milenial agar jangan golput, karena dalam negara demokratis mesti memilih peminpin negara. Kemudian para santri agar cerdas mengamati media sosial. Karena dalam situasi sekarang ada kampanye yang menimbulkan hoax, berita bohong yang dapat merugikan bagi pemilih. Para santri diajak berpikir cerdas dalam memilih pemimpin yang amanah dan jujur.  Marjuki juga mengungkapkan apresiasi dukungan  pada TNI dan Polri untuk menjaga keamanan dalam Pemilu serentak yang akan.

Ketua panitia diskusi interaktif para santri milenial Muhammad Ilhamuddin dalam sambutannya antara lain mengungkapkan agar para santri milenial memilih secara cerdas. Para santri milenial diajak diskusi untuk berpikir  sikap santri milenial harus bersikap bagaimana.  Dalam Pemilu merupakan wasilah atau jalan untuk memilih pemimpin.  Bila sudah menentukan pilihab para santri milenial juga diajak untuk mengawal pemimpin. Bila dalam menjalankan tugasnya ada kekurangan dikoreksi atau dikritik bersama. (ksd)

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru