Pak Ko Bertobat, Mati Tidak Membawa Harta Duniawi

 142 total views,  1 views today

BERITA KLATEN  – Masyarakat kabupaten Klaten, khususnya kota Klaten pasti pernah mendengar nama “Kocrit”.  Selama kurang lebih 30 tahun, sosok Kocrit itu malang melintang di dunia hitam di wilayah kabupaten Klaten. Mulai dari preman yang menguasai parkiran di wilayah kota Klaten,  jasa keamanan toko, sampai bandar judi togel.

Berkali-kali Pak Ko, yang disapa Kocrit ini berurusan dengan pihak berwajib.
Ketika memasuki usia 53 tahun, sosok Pak Ko, yang bernama Aditya Kristiawan  mulai sadar, bahwa dunia hitam yang selama puluhan tahun digeluti harus segera ditinggalkan.
Ketika dirinya muncul kesadaran sebagai manusia biasa, suami dari Imelda Yanti Fiatun ini masih “eman-eman” dengan usaha bandar judi togelnya yang menghasilkan banyak uang. Pak Ko bingung mau diserahkan kepada siapa usaha bandar judi itu. Tidak mungkin baginya menyerahkan aktifitas bandar judi tersebut kepada dua anakya yang masih sekolah.

Di tengah kegalauannya itu, justru makin kuat dorongan dari hati Pak Ko untuk segera meninggalkan usaha ilegal yang melanggar hukum tersebut.
“Berapapun harta duniawi yang kita miliki saat ini, tidak akan dibawa saat kita mati,” ungkap Pak Ko saat berbincang-bincang dengan para wartawan di warung angkringan Pak Ko yang berada di dekat Alun-alun Klaten. Maka pada akhir tahun 2018, Pak Ko  memantapkan niatnya  beralih usaha yang halal.  Usaha yang legal dan memberi lapangan pekerjaan kepada warga di sekitar  lingkungan tempat tinggalnya. Usaha pertama yang dirintisnya adalah warung angkringan di depan rumah tinggalnya di jalan Dewi Sartika nomor 3 Kampung Klaten, Kelurahan Klaten.

Kemudian Pak Ko membuka warung angkringan susu segar di Pedan. Pada tahun 2019 Pak Ko membuka obyek wisata Batu Putih di Gunung Gajah Desa Talang, Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Obyek wisata berupa taman yang asri di antara bukit kapur.  Obyek wisata Batu Putih Gunung Gajah, adalah salah satu obyek wisata alam yang ramai dikunjungi wisatawan. Saat ini, Pak Ko sudah memiliki beberapa usaha warung angkringan di  Kota Klaten. Yang jadi primadona adalah angkringan  di pinggir obyek wisata Rowo Jombor dan jasa perahu wisata juga di Rowo Jombor. Pak Ko Aditya Kristiawan  sarjana hukum, alumni Fakultas Hukum Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Dengan bekal ilmu hukum dan pengetahuan bisnis yang ditekuni, Pak Ko menjalankan usahanya itu.

Niatan bertobat yang  dicita-citakan akhir-akhir ini  diperjuangkan dengan tulus. Jalan hidupnya akan menuruti kehendak Allah Tuhan. Hidup kembali di jalan Allah akan diperjuangkan. Cita-cita ingin melaksanakan naik haji akan diupayakan menggunakan uang yang didapatkan secara halal. “Niatku ingin hidup bertobat, hidup yang amanah sesuai ajaran Allah,”tutur Pak Ko penuh haru bila mendengar takbir.

Perbincangan suka duka, perjalanan hidup Pak Ko yang penuh dinamika dalam torehan berbagai pengalamannya dipaparkan pada para wartawan di warung Resto Bima 66 dekat Alun-alun Klaten, Senin (2/11/2020) malam. (ksd)

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru