Ratusan Pedagang Belum Mau Ditempatkan Di Pasar Darurat Klaten

 49 total views,  1 views today

BERITA KLATEN – Area pasar darurat Klaten masih ada tempat yang longgar, tetapi ratusan pedagang belum mau ditata di dalam area pasar darurat Klaten, yang menempati tanah kas Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara.

Demikian  dikatakan Kepala Bidang Pasar Kantor Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Klaten Didik Sudiarto ketika melakukan himbauan pada pedagang yang masih berjualan di luar area pasar darurat agar menempati di dalam area pasar darurat Klaten, Kamis (17/12/2020) pagi buta. Lebih lanjut Didik Sudiarto menjawab pertanyaan wartawan mengenai para pedagang oprokan, penjual sayuran yang berjualan di luar area pasar darurat ia mengatakan awalnya ada sekitar 35 pedagang, namun akhir-akhir ini jumlahnya sudah mencapai 200-an pedagang.  Menurutnya, di pasar darurat sebetulnya di bagian belakang masih longgar. Sehingga di pasar darurat Klaten  masih dapat menampung para pedagang.  Karena daya tampung pasar darurat Klaten, Jawa Tengah dapat menampung 1.000 orang pedagang. Jadi, lanjut Didik, semua pedagang dapat masuk ke pasar darurat.

Didik S mengungkapkan, orang Jawa yang berdagang punya prinsip “golek panggonan sing jujugan”.  Prinsip ini juga menjadi prinsip bagi orang yang ingin belanja. Namun Didik S secara humanis tetap akan  mengajak para pedagang yang masih jualan  di luar diajak masuk ke lokasi pasar darurat.

“Awal tahun 2021 kereta api KRL sudah mulai beroperasi.  Karena  jalan yang  untuk menuju ke Stasiun Klaten lewat Jalan Kopral Sayom,  Kampung Jetak, Klaten Utara.  Maka Jalan Kopral Sayom yang melintas di depan pasar darurat Klaten akan ramai lalu lintas. Karena itu agar jalan di depan pasar darurat Klaten tidak semrawut (berpesai-pesai), maka para pedagang oprokan, jualan sayuran agar masuk menempati lokasi pasar darurat. Agar situasi Jalan Kopral Sayom arus lalu lintas lancar. Maka pedagang agar masuk semua di dalam pasar darurat. Pedagang yang menempati di lokasi/area pasar darurat tidak bayar, gratis,”ungkap Didik Sudiarto.

Beberapa pedagang sayuran, pedagang oprokan lainnya ketika ditemui Berita Klaten.com mengatakan inginnya berada di depan.  Tetapi kalau semua pedagang oprokan  disuruh masuk di dalam pasar darurat beberapa orang pedagang mengatakan sanggup masuk ke dalam pasar darurat. Salah seorang pedagang  pada Berita Klaten mengatakan kalau masuk ke dalam pasar darurat tempatnya penuh.

Pagi tadi Didik Sudiarto sedianya akan memindahkan para pedagang yang masih berjualan di luar area pasar darurat Klaten masuk ke dalam pasar darurat Klaten. Namun karena ada pertimbangan yang bijaksana hari ini Kamis (17/12/2020) para pedagang  masih dihimbau lain hari agar masuk di dalam pasar darurat.

Tadi dini hari waktu akan memindahkan pedagang yang masih jualan di luar area pasar darurat dibantu dari Polres Klaten, Satpol PP, Dishub, Linmas, dan dari personal Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disdagkop) Kabupaten Klaten. Pagi dini hari para pedagang sudah banyak yang mendasarkan dagangannya.

Pantauan Berita Klaten.com, di bagian dalam pasar darurat Klaten masih banyak  area longgar. Menurut salah seorang pejabat Disdagkop yang tidak mau disebut jati dirinya, mengatakan  di bagian area yang kosong bila perlu dipasang atap akan dipasangi.  Sewa lokasi tanah kas Desa Karanganom selama 2 tahun. Harga sewa tanah kas sebesar Rp 45 juta. Batas sewa tanah kas untuk pasar darurat pada Desember 2021.(ksd)

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru