Mantan Mudika Paroki Wedi Lakukan Doa Bersama Lintas Iman

 105 total views,  5 views today

BERTA KLATEN – Mantan Mudika (Muda Mudi Katolik) Santo Sylvester Paroki Santa Perawan  Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten, Jateng menggelar acara Selawenan (25 Desember malam) bertajuk “Umbul Donga Lintas Iman” secara live streamingdi Balai Mandala Gereja Paroki Wedi pada Jumat (25/12/2020) malam.

Doa bersama lintas iman ini dihadiri perwakilan tokoh agama dari Forum Kebersamaan Umat Beragama (FKUB Kebersamaan) Klaten dan para tokoh agama di Kecamatan Wedi.

Acara doa bersama ini disiarkan secara langsung di channel Youtube Komsos Paroki Wedi.

Rangkaian acara “Umbul Donga Lintas Iman” ini diawali dengan pelepasan balon ke udara oleh para  tokoh agama di sekitar pohon Natal  yang terbuat dari janggel (bonggol) jagung di halaman depan Gereja Paroki Wedi.

Doa pembuka dari panitia penyelenggara, beberapa sambutan, doa bersama lintas iman, dan diakhiri pentas tari berjudul “Gumregah Nyawiji” yang dibawakan Komunitas Biyung Bibi (Mbok-mbok) Klaten.

Ketua Panitia Selawenan Mantan Mudika Santo Sylvester Paroki Wedi, Y. Catur Wibono dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan Selawenan ini rutin digelar setiap tahun yaitu setiap tanggal 25 Desember malam. Pada tahun 2020 ini merupakan acara Selawenan yang ke 9.

“Setiap tanggal 25 Desember malam kita adakan Selawenan. Biasanya, acaranya berupa pertunjukan hiburan dan pentas seni yang murah meriah. Selain untuk menghibur umat dan masyarakat, acara Selawenan ini juga untuk menampilkan potensi seni yang ada di Paroki Wedi,” katanya.

Catur Wibono menambahkan, karena saat ini sedang pandemi Covid-19, maka Selawenan dikemas dalam acara Umbul Donga atau doa bersama lintas iman. Ini dilakukan untuk mematuhi protokol kesehatan, utamanya guna mencegah terjadinya kerumunan.

“Di acara Umbul Donga Lintas Iman ini kita melambungkan doa bersama. Semoga kita semakin guyub dan rukun. Dengan mematuhi protokol kesehatan, semoga kita terhindar dari paparan Covid-19. Dan semoga wabah Covid-19 ini segera berlalu dari bumi Indonesia dan dunia,” ujar Catur Wibono.

Sedang Pastor Kepala Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi Romo Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi Pr dalam sambutannya mengaku bahagia dengan acara Umbul Donga Lintas Iman ini.

“Acara seperti ini bisa membangun persaudaraan lintas iman, yang jadi kekuatan bangsa. Karena pandemi Covid-19, maka Umbul Donga bisa menjadi ungkapan  doa, harapan, dan kasih kita. Acara Umbul Donga ini sangat positif. Karena kerukunan dapat terjaga dan terpelihara,” tutur Romo Luhur menegaskan.

Sementara itu Perwakilan dari FKUB Kebersamaan Klaten I Wayan Sahophiarta mengapresiasi acara Umbul Donga Lintas Iman yang dipelopori  Mantan Mudika Santo Sylvester Paroki Wedi ini.

“Semoga dengan acara doa bersama ini kita semakin dikuatkan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kegiatan seperti ini bisa menjadi role model bagi yang lain. Kita berdoa memohon kepada Tuhan agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir,” harap I Wayan S.

Usai sambutan, dilanjutkan dengan doa bersama lintas iman. Doa dimulai dari perwakilan agama Islam, Hindu, Penghayat Kepercayaan, Kristen, dan Katolik.

Selanjutnya, diisi dengan doa universal berupa gerak tari berjudul “Gumregah Nyawiji” yang dibawakan Komunitas Biyung Bibi Klaten. Para penari para “Mbok-mbok” kasepuhan ini berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Klaten, seperti dari Delanggu, Ceper, Kemalang, Manisrenggo, Ngawen, Klaten Tengah, Klaten Selatan, Kebonarum dan lainnya.

Tari ini menggambarkan perjalanan virus Corona dari Wuhan (Cina) sampai Indonesia yang menjadi pageblug (pandemi) dan akhirnya masyarakat harus hidup bersama virus Corona dengan adaptasi kebiasaan baru. Segala pageblug harus dihadapi dengan tetap semangat dan bersama-sama bersatu untuk menghilangkan virus Corona dengan usaha dan doa. (ksd/*)

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru